Jawab Keresahan Suporter, Erick Thohir Pastikan Rumput GBK untuk FIFA Series Tidak Bikin Malu
Acos Abdul Qodir March 20, 2026 04:28 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta kembali berada di bawah sorotan tajam. Menyadari kualitas lapangan sering menjadi "masalah klasik" yang memicu kritik pedas suporter, Ketua Umum PSSI Erick Thohir turun langsung meninjau kondisi rumput SUGBK Senayan pada Rabu (18/3/2026).

Langkah ini diambil guna memberikan jaminan bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah yang bermartabat.

Erick ingin memastikan rumput GBK untuk FIFA Series kali ini tidak lagi "bikin malu" saat menjamu tim-tim Eropa.

"Jadi, intinya sudah siap ya? Mudah-mudahan bismillah ya," ujar Erick Thohir melalui akun Instagram pribadinya, Kamis (19/3/2026), seolah menjawab kekhawatiran publik agar kondisi lapangan tidak "bikin malu" saat menjamu tim Eropa.

Rekor Sterilisasi demi Menjaga Martabat

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang kerap terganggu agenda non-bola, kali ini SUGBK telah disterilkan selama lebih dari 40 hari.

Terakhir, lapangan digunakan saat laga Persija Jakarta melawan Arema FC pada 8 Februari 2026. Sejak saat itu, pemeliharaan intensif dilakukan secara khusus untuk FIFA Series.

Ujian sesungguhnya akan terjadi akhir Maret ini.

SUGBK dijadwalkan menggelar total empat pertandingan dalam waktu singkat, yakni tiga hari.

Laga pembuka akan mempertemukan Bulgaria kontra Kepulauan Solomon pada 27 Maret sore, disusul duel Timnas Indonesia melawan Saint Kitts and Nevis pada malam harinya.

“Kita harus tunjukkan Indonesia bisa menjadi tuan rumah yang baik untuk ajang internasional seperti FIFA Series. Jangan lupa untuk berikan dukungan penuh untuk Timnas Indonesia,” tegas Erick.

Baca juga: Ole Romeny Bakal Punya Tandem Baru, Pemain Gacor Liga Australia OTW Dinaturalisasi Timnas Indonesia

Persaingan Panas Skuad John Herdman

Di sisi teknis, aroma persaingan di internal skuad Garuda kian memanas.

Pelatih kepala John Herdman telah memanggil 41 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan.

Namun, sesuai regulasi, Herdman harus melakukan seleksi "kejam" dengan mencoret 18 nama guna menyisakan 23 pemain untuk skuad akhir.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, mengonfirmasi bahwa proses penyaringan akan berlangsung sangat ketat mulai 22 hingga 24 Maret 2026.

“Dari total pemain yang dipanggil, nanti hanya 23 pemain yang akan dipilih,” jelas Sumardji.

Sayangnya, satu pilar potensial, Miliano Jonathans, dipastikan absen karena dibekap cedera.

Nama-nama yang berhasil lolos seleksi final akan segera diumumkan sebelum laga perdana dimulai di rumput Senayan yang kini telah bersolek.

Pertaruhan harga diri bangsa di rumput Senayan kini dimulai; mampukah Garuda terbang tinggi di atas lapangan yang tak lagi bikin malu?

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.