Ratusan Warga Muhammadiyah Beltim Gelar Salat Id Lebih Awal di Manggar
Asmadi Pandapotan Siregar March 20, 2026 04:39 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Lantunan takbir menggema di bawah langit cerah di Desa Padang, Kecamatan Manggar, Jumat (20/3/2026) pagi. Ratusan warga Muhammadiyah Kabupaten Belitung Timur mulai memadati halaman Islamic Center Masjid Ahmad Dahlan sejak matahari terbit.

Gema takbir tersebut menjadi penanda dimulainya pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah bagi warga Muhammadiyah setempat. Meski dilaksanakan lebih awal dibandingkan dengan penetapan pemerintah, suasana khidmat tetap terasa di tengah barisan jamaah yang hadir.

Jamaah tampak merapatkan saf di atas sajadah yang telah terbentang, menciptakan suasana ibadah yang tertib dan penuh kekhusyukan.

Di lokasi tampak pula personel kepolisian yang berjaga untuk memastikan ibadah berjalan lancar. Wakapolres Beltim, Kompol Deddy Nuary ikut turun langsung mengawal pengamanan bersama beberapa personel Polres Beltim lainnya di lokasi.

Adapun imam sekaligus khatib dalam pelaksanaan Salat Id kali ini adalah Ustaz Rio Ramadhan. Dalam khutbahnya yang bertema Kembali ke Fitrah, ia mengajak seluruh jamaah untuk merenungi makna kesucian diri setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadan.

SALAT LEBIH AWAL - Ratusan warga Muhammadiyah Kabupaten Belitung Timur memadati halaman Islamic Center Masjid Ahmad Dahlan, Desa Padang, Manggar untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026) pagi. Meski dilaksanakan lebih awal dari penetapan pemerintah, pelaksanaan ibadah berlangsung dengan khidmat dan tertib.
SALAT LEBIH AWAL - Ratusan warga Muhammadiyah Kabupaten Belitung Timur memadati halaman Islamic Center Masjid Ahmad Dahlan, Desa Padang, Manggar untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026) pagi. Meski dilaksanakan lebih awal dari penetapan pemerintah, pelaksanaan ibadah berlangsung dengan khidmat dan tertib. (Istimewa/ Dok Diskominfo SP Beltim)

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Belitung Timur, Suhardi mengatakan jumlah jamaah yang hadir tahun ini relatif stabil. Meskipun lokasi masjid Ahmad Dahlan terbilang cukup jauh bagi sebagian warga, antusiasme masyarakat untuk menunaikan ibadah tetap tinggi.

“Jamaah kita ratusan orang, kurang lebih seperti biasa. Memang sebagian besar warga tempat tinggalnya cukup jauh dari lokasi ini,” ujar Suhardi.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala MAN Tanjungpandan ini menjelaskan bahwa tahun ini warga Muhammadiyah di Beltim membagi lokasi pelaksanaan Salat Id di dua titik berbeda. Selain di Masjid Ahmad Dahlan Manggar, lokasi kedua berada di Panti Asuhan Muhammadiyah, Kecamatan Gantung.

“Tidak ada pembagian khusus. Hanya saja tahun ini di Panti Gantung juga mengadakan, jadi jamaah terbagi secara alami,” ucap Suhardi.

SALAT LEBIH AWAL - Ratusan warga Muhammadiyah Kabupaten Belitung Timur memadati halaman Islamic Center Masjid Ahmad Dahlan, Desa Padang, Manggar untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026) pagi. Meski dilaksanakan lebih awal dari penetapan pemerintah, pelaksanaan ibadah berlangsung dengan khidmat dan tertib.
SALAT LEBIH AWAL - Ratusan warga Muhammadiyah Kabupaten Belitung Timur memadati halaman Islamic Center Masjid Ahmad Dahlan, Desa Padang, Manggar untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026) pagi. Meski dilaksanakan lebih awal dari penetapan pemerintah, pelaksanaan ibadah berlangsung dengan khidmat dan tertib. (Istimewa/ Dok Diskominfo SP Beltim)

Mengenai perbedaan waktu pelaksanaan, Suhardi menjelaskan hal tersebut didasari oleh perbedaan metode dalam menentukan awal bulan Hijriah. Muhammadiyah menetapkan awal bulan berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Metode hisab merupakan perhitungan astronomi yang menetapkan bulan baru ketika posisi hilal sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam. Hal ini berbeda dengan metode rukyat hilal yang digunakan pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) dimana metode ini mengandalkan pengamatan langsung secara kasat mata.

Meski begitu, Suhardi memastikan bahwa kerukunan antar umat beragama di Belitung Timur tetap terjaga. Perbedaan waktu lebaran bukan lagi menjadi hal yang perlu diperdebatkan di tengah masyarakat.

“Yang penting kita tetap rukun dan saling menghargai. Selama ini tidak ada masalah. Perbedaan ini sudah biasa, yang penting kita tetap menjaga persatuan,” ungkapnya.

Pelaksanaan Salat Id di Islamic Center Masjid Ahmad Dahlan berjalan tertib hingga usai. Seluruh jamaah berbaris rapi secara bergantian untuk saling bersilaturahmi dan bermaaf-maafan. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.