Fenomena mudik Lebaran membuat jalanan arteri di Jakarta menjadi jauh lebih lengang dibanding hari biasa.
Waktu tempuh perjalanan yang biasanya mencapai lebih dari satu jam kini dapat dipangkas hingga kurang dari 30 menit.
Kondisi ini menunjukkan besarnya pengaruh mobilitas penduduk terhadap tingkat kemacetan di ibu kota.
Hal ini seperti terlihat menjelang Lebaran, Jumat (20/3/2026).
Sepinya jalanan ini disebabkan oleh banyaknya warga pekerja dan pendatang di Jakarta yang mudik ke kampung halaman masing-masing untuk menyambut hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Dengan menggunakan motor, Kompas.com mencoba menyusuri jalanan arteri di sekitar kawasan Jakarta Barat hingga Jakarta Pusat untuk memantau titik-titik yang biasanya dilanda kemacetan.
Rute yang dipilih adalah menyusuri kawasan Jalan Daan Mogot, Cengkareng, ke arah Grogol Petamburan, Jakarta Barat, hingga ke kawasan Monas.
Setelah mencapai Monas, perjalanan pun dilanjutkan ke salah satu jalan arteri yang menjadi pusat kepadatan pengendara pada hari biasa, yaitu Jalan Jenderal Sudirman.
Kompas.com memulai perjalanan dari Jalan Daan Mogot Cengkareng pada pukul 09.15 WIB dengan kondisi arus lalu lintas terpantau lengang.
Sepanjang menelusuri Jalan Daan Mogot, pengendara dapat memacu kendaraannya dengan kisaran kecepatan 60 kilometer per jam tanpa hambatan.
Beberapa pengendara roda dua juga terlihat berkendara di atas kecepatan 60 km per jam dan menyalip kendaraan lain secara gesit.
Titik tujuan pertama yaitu ujung Jalan Daan Mogot di persimpangan Grogol Petamburan dapat dicapai dalam waktu tempuh hanya 10 menit atau pada pukul 09.25 WIB.
Padahal, biasanya perjalanan dari Cengkareng menuju Grogol membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 40 menit pada jam-jam sibuk yang macet.
Perjalanan pun berlanjut menuju kawasan Monumen Nasional melalui Jalan Kyai Tapa dan Jalan KH Hasyim Asy'ari.
Pada titik ini, jalanan juga terlihat lengang tanpa kepadatan. Begitu pun di persimpangan ke arah Jalan Gajah Mada yang biasanya mengalami kemacetan karena adanya penyempitan jalur.
Kompas.com pun mengambil rute alternatif menuju Monas melalui Jalan Cideng Barat untuk menghindari penyempitan dan putaran balik akibat proyek MRT Fase 2 di Jalan Gajah Mada.
Akhirnya, Kompas.com berhasil tiba di kawasan Monas, tepatnya di Jalan Merdeka Barat pada pukul 09.27 WIB, atau total 22 menit perjalanan.
Setelahnya, perjalanan menyusuri jalanan Jakarta berlanjut ke kawasan Jalan MH Thamrin menuju Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya mengarah ke Bundaran HI.
Dari kawasan Monas, satu-satunya hambatan hanyalah penyempitan jalur akibat proyek galian MRT dan juga lampu merah. Sementara, jalanan terlihat sepi dan lancar.
Kompas.com pun hanya memerlukan waktu sekitar enam menit untuk mencapai Bundaran HI dan perjalanan pun berakhir.
Sepanjang penelusuran, total waktu yang dibutuhkan untuk berkeliling dari Cengkareng menuju ke Monas dan Bundaran HI hanya memakan waktu sekitar 28 menit dengan jarak tempuh 22 kilometer.
Kondisi ini pun sangat jauh berbeda dengan situasi di luar momen libur Lebaran yang waktu tempuhnya bisa mencapai 60 hingga 90 menit, atau tiga kali lipat.
Sepinya jalanan ibu kota juga turut dikonfirmasi oleh sejumlah pengemudi ojek online yang mangkal di kawasan Monas.
“Kalau Jakarta emang healing dia kalau Lebaran gini, langsung enggak ada macet, enggak ada polusi, ke mana-mana jadinya cepet,” kata Donal (30) salah satu pengemudi ojek online asal Taman Sari, Jakarta Barat.
Arfan (36) seorang pengemudi ojek online di kawasan Daan Mogot pun mengaku senang apabila jalanan Jakarta bisa selalu lancar seperti hari ini.
"Saya jadi demen narik orderan juga, tapi emang agak sepi karena pada pulang kampung. Tapi kemarin sampai muter-muter karena enak enggak macet," kata Arfan saat ditemui Kompas.com di Grogol, Jumat.
Jika di luar momen Lebaran, menurutnya, Jalan Daan Mogot yang bebas dari kemacetan bagaikan sebuah keajaiban.
Sementara itu, Alwan (26) seorang warga asli Cengkareng mengaku tak kaget lagi dengan kondisi jalanan Jakarta di momen Lebaran.
"Kalau wayah (waktu) Lebaran gini mah mau keliling sampai Bundaran HI bolak balik juga kita jabanin, soalnya santai enggak macet," ujar Alwan.
Namun, di sisi lain ia pun menyimpan harapan agar jalanan ibu kota dapat terus terbebas dari kemacetan, bukan hanya pada momen mudik Lebaran.
"Coba aja kalau misalnya pemerintah bisa bikin jalanan bebas macet setiap hari, enggak pas Lebaran doang, harusnya kan begitu, biar kita enggak macet-macetan setiap hari," tuturnya. (*)