SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC – Sebuah jet tempur siluman F-35 milik Amerika Serikat dilaporkan mengalami kerusakan setelah diduga terkena tembakan dari Iran saat menjalankan misi tempur.
Insiden tersebut memaksa pesawat melakukan pendaratan darurat di pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Dua sumber yang mengetahui kejadian ini menyebutkan bahwa serangan tersebut diyakini berasal dari Iran.
Jika terkonfirmasi, insiden ini menjadi pertama kalinya Iran berhasil mengenai pesawat militer Amerika Serikat dalam konflik yang memanas sejak akhir Februari 2026.
Juru bicara Komando Pusat AS, Kapten Tim Hawkins, mengatakan bahwa jet tempur generasi kelima tersebut sedang menjalankan operasi di atas wilayah Iran saat insiden terjadi.
“Pesawat itu mendarat dengan selamat, dan pilot berada dalam kondisi stabil,” ujar Hawkins.
Ia menambahkan bahwa insiden tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
Meski mengalami kerusakan, pesawat berhasil kembali ke pangkalan tanpa menimbulkan korban jiwa di pihak awak.
Baca juga: AS Tawarkan Rp168 Miliar untuk Tangkap Mojtaba Khamenei, Pejabat Iran Berguguran
Sementara itu, beberapa insiden lain juga melibatkan pesawat militer AS selama konflik berlangsung.
Sebelumnya, tiga jet tempur F-15 dilaporkan jatuh akibat salah tembak oleh sistem pertahanan udara Kuwait. Seluruh enam awak berhasil menyelamatkan diri.
Di sisi lain, sebuah pesawat pengisian bahan bakar KC-135 Stratotanker juga dilaporkan jatuh di wilayah Irak barat pekan lalu.
Penyebab kecelakaan masih belum diketahui, namun militer AS menegaskan bahwa insiden tersebut tidak disebabkan oleh serangan musuh maupun kesalahan tembak. Seluruh enam awak pesawat tersebut dilaporkan tewas.
Di tengah eskalasi konflik yang kini memasuki minggu keempat, Amerika Serikat terus memperkuat kehadiran militernya di kawasan.
Salah satunya dengan mengirimkan unit 31st Marine Expeditionary Unit dari Okinawa, Jepang, bersama kelompok kapal amfibi yang dipimpin oleh USS Tripoli.
Kapal perang tersebut bahkan dilaporkan terlihat mendekati Singapura pada awal pekan ini.
Meski berbagai insiden terus terjadi, pejabat tinggi AS tetap menunjukkan optimisme.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan bahwa Amerika Serikat “menang secara menentukan” dan mengklaim sistem pertahanan udara Iran telah “dilumpuhkan.”