Alasan Aurelie Moeremans Angkat Kisah 'Broken Strings' Jadi Film: Edukasi Bahaya Child Grooming
Eri Ariyanto March 21, 2026 03:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Aktris sekaligus produser Aurelie Moeremans mengungkap alasan kuat di balik keputusannya mengangkat kisah Broken Strings ke layar lebar.

Aurelie Moeremans ingin menghadirkan karya yang bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarat pesan sosial yang relevan dengan kondisi saat ini.

Fenomena child grooming dinilai semakin mengkhawatirkan, terutama dengan maraknya interaksi digital tanpa pengawasan.

Melalui film ini, Aurelie Moeremans berupaya membuka mata publik tentang bahaya tersembunyi yang kerap tidak disadari oleh orang tua maupun anak-anak.

Aurelie Moeremans menilai edukasi lewat media visual lebih mudah diterima dan mampu menggugah emosi penonton secara mendalam.

Cerita yang diangkat pun dikemas realistis, menggambarkan bagaimana pelaku memanipulasi korban secara perlahan hingga terjerat.

Tak hanya itu, film ini juga diharapkan menjadi bahan refleksi agar masyarakat lebih waspada dan peka terhadap tanda-tanda grooming.

Dengan langkah ini, Aurelie berharap Broken Strings bisa menjadi pemicu diskusi luas sekaligus mendorong perlindungan yang lebih kuat bagi anak-anak.

Baca juga: Akhirnya Bertemu! Momen Haru Denada & Ressa Rossano, Pecah Tangis, Sang Ibu Siapkan Hadiah Lebaran

Seperti diketahui, aktris Aurelie Moeremans resmi mengumumkan bahwa kisah masa lalunya yang ia tuangkan dalam novel bertajuk Broken Strings akan segera diadaptasi menjadi sebuah film.

Menurut Aurelie, keputusan ini ia ambil demi menghadirkan edukasi bagi masyarakat Indonesia.

Melalui pesan yang dibagikan di Broadcast Channel Instagram pribadinya, "Broken Strings Circle", Aurelie mengungkapkan harapannya agar film ini kelak dapat menjadi medium penyadaran tentang bahaya manipulasi terhadap anak di bawah umur atau child grooming.

"Setelah banyak banget pertimbangan, dan meeting sama berbagai production house serta sutradara, akhirnya aku memutuskan untuk membawa Broken Strings ke layar film. Aku berharap, dengan adanya film ini nanti, semakin banyak orang yang sadar akan bahaya child grooming," tulis Aurelie, dikutip Kompas.com, Jumat (20/3/2026).

Aurelie ingin pengalamannya tersebut menjadi pelajaran berharga bagi banyak orang.

"Dan mungkin bisa membantu seseorang merasa tidak sendirian," ungkap Aurelie.

Ibu satu anak ini mengaku sangat antusias menyambut perjalanan baru memfilmkan Broken Strings.

BUKU AURELIE VIRAL - Potret lawas Roby Tremonti mirip Bobby di buku Broken Strings Aurelie Moeremans, ciri-cirinya sama persis.
BUKU AURELIE VIRAL - Potret lawas Roby Tremonti mirip Bobby di buku Broken Strings Aurelie Moeremans, ciri-cirinya sama persis. ((Ist)/TribunStyle)

Ia memastikan bahwa proyek ini akan digarap dengan penuh integritas dan kejujuran, bukan sekadar mengikuti tren semata.

"Ini bukan keputusan yang aku ambil karena siapa yang paling menjanjikan viral, atau siapa yang berani bayar paling besar. Aku memilih berdasarkan feeling aku, siapa yang benar-benar peduli dengan ceritaku, yang mau menyampaikan pesan ini dengan jujur," ujarnya.

Meski begitu, Aurelie masih belum memberi bocoran mengenai rumah produksi maupun sutradara yang telah ia percayakan untuk menggarap proyek ini.

Ia menutup pengumumannya dengan ucapan terima kasih kepada para pengikutnya yang selalu memberikan dukungan.

"Aku benar-benar excited untuk perjalanan ini. Thank you for being part of this journey," tutup Aurelie.

Sebagai informasi, Broken Strings merupakan sebuah buku digital karya Aurelie yang mengungkap pengalaman pahit pribadinya menjadi korban grooming di masa remaja.

Kisahnya berfokus pada proses manipulasi yang ia alami hingga tahap belajar menyelamatkan diri sendiri.

Sebelumnya, Aurelie sempat menegaskan bahwa keberaniannya mempublikasikan kisah tersebut murni untuk membantu para korban lain.

Ia ingin mematahkan stigma negatif dan rasa bersalah yang sering kali menyiksa batin para penyintas.

(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.