TRIBUNNEWS.COM - Rumor transfer MotoGP kembali memanas di tengah MotoGP Brasil 2026. Nama Fermin Aldeguer kini menjadi pusat perhatian setelah bos tim VR46 Ducati, Pablo Nieto, secara terbuka melontarkan pujian setinggi langit, Sabtu (21/3/2026).
Isu kepindahan wonderkid asal Murcia, Spanyol, ke skuad milik Valentino Rossi untuk musim 2027 pun kini bukan lagi sekadar isapan jempol belaka.
Aldeguer, yang saat ini memasuki musim keduanya di kelas para raja bersama Gresini Ducati, sebenarnya berada dalam situasi yang menantang.
Setelah dibekap cedera patah tulang paha saat musim dingin yang memaksanya absen di seri pembuka Thailand serta tes pramusim di Sepang dan Buriram, banyak yang meragukan fisiknya.
Namun, apa yang ia tunjukkan di Sirkuit Goiania akhir pekan ini mulai Jumat (20/3) sungguh di luar nalar.
Tanpa kilometer tes sepeser pun sejak tes Valencia November lalu, Aldeguer langsung nyetel dengan Desmosedici miliknya.
Di tengah kondisi lintasan setengah kering-setengah basah, pembalap berusia 20 tahun ini merangsek ke posisi kedelapan pada sesi latihan Jumat.
Hasil ini memastikan tiket langsung ke Q2, sebuah pencapaian yang membuat Pablo Nieto geleng-geleng kepala.
"(Hasil Aldeguer) Ini luar biasa," ungkap Nieto melalui siaran resmi MotoGP.
Baca juga: Sprint Race MotoGP Brasil 2026: Sejarah Pole Position Marc Marquez di Tengah Cuaca Buruk
Nieto menekankan betapa sulitnya kembali ke kecepatan maksimal setelah absen panjang tanpa persiapan teknis.
"Terakhir kali dia naik motor adalah di Valencia. Dia tidak ikut tes musim dingin, tidak melakukan satu putaran pun, dan sekarang dia datang ke sirkuit ini meski kondisi tidak 100 persen kering, dia masuk 10 besar. Apa yang dia lakukan benar-benar menakjubkan."
Bagi Nieto, talenta Aldeguer bukan sekadar bakat musiman. Ia melihat pemuda Spanyol ini sebagai aset masa depan yang wajib diamankan.
"Bagi saya dan tim kami, dia adalah salah satu dari dua pembalap dengan potensi masa depan terbesar di MotoGP. Singkatnya, dia pembalap yang sangat hebat," tambah Nieto.
Lampu hijau dari Nieto ini kian mempertegas ambisi VR46 untuk naik level. Sebagai tim satelit utama Ducati, VR46 memprioritaskan pembalap yang punya DNA pemenang seperti yang dibuktikan Aldeguer saat menang di Indonesia tahun lalu.
Kontrak Aldeguer dengan Ducati memang akan dievaluasi setelah musim 2026 berakhir.
Dengan perubahan regulasi besar-besaran yang akan terjadi pada 2027, mulai dari teknis motor, ban, hingga perombakan besar di line-up pembalap, VR46 tidak ingin kehilangan momentum untuk mengunci talenta terbaik.
"Tahun 2027 akan menjadi momen yang luar biasa karena segalanya berubah: motor, ban, dan banyak pembalap berpindah tim. Jadi, sangat penting bagi kami untuk tetap fokus pada perburuan pembalap," jelas Nieto.
Meski saat ini VR46 masih mengaku puas dengan kinerja Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli, Nieto tidak menampik bahwa radar timnya sudah mengarah jauh ke depan.
Hubungan harmonis dengan Ducati menjadi kartu as bagi VR46 untuk menggaet Aldeguer, yang saat ini memang berstatus pembalap di bawah kontrak pabrikan Borgo Panigale.
(Tribunnews.com/Niken)