Injil Katolik Misa Minggu 22 Maret 2026 Lengkap Mazmur Tanggapan
Gordy Donovan March 21, 2026 11:47 AM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak Injil Katolik misa Minggu 22 Maret 2026.

Injil katolik misa hari Minggu lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Minggu 22 Maret 2026 merupakan hari Minggu Prapaskah V, Santo Zakarias, Paus, Santa Lea, Janda dan Pengaku Iman, dengan warna liturgi ungu.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Minggu 22 Maret 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Panduan Tata Perayaan Ekaristi Minggu 22 Maret 2026 Pekan V Prapaskah

Bacaan Pertama Yehezkiel 37:12-14

"Aku akan memberikan Roh-Ku kepadamu, sehingga kamu hidup."
Beginilah firman Tuhan Allah, “Sungguh, Aku akan membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu dari dalamnya, hai umat-Ku. Dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu dari dalamnya.

Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalam dirimu, sehingga kamu hidup kembali, dan Aku akan menempatkan kamu di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, Tuhan, yang me-ngatakannya dan membuatnya.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 130:1-2.3-4.5-6b.7b-8
Ref. Pada Tuhan ada kasih setia dan penebusan berlimpah.

Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian, kepada suara permohonanku.Kalender Liturgi Harian

Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, maka orang-orang bertakwa kepada-Mu.

Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan, lebih daripada pengawal mengharapkan pagi.

Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel, dari segala kesalahannya.

Bacaan Kedua Roma 8:8-11

"Roh Allah yang membangkitan Yesus dari antara orang mati diam di dalam dirimu."
Saudara-saudara, mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, kalau Roh Allah memang tinggal di dalam dirimu.Perayaan 22 Maret

Tetapi jka orang tidak memiliki Roh Kristus, maka ia bukanlah milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada dalam dirimu, maka tubuhmu memang mati karena dosa, tetapi rohmu hidup karena kebenaran.

Dan jika Roh Allah, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam dalam dirimu, maka Ia yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana oleh Roh-Nya yang diam dalam dirimu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Bait Pengantar Injil Yohanes 11:25a.26
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Akulah kebangkitan dan hidup, Sabda Tuhan; setiap orang yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.

Bacaan Injil Yohanes 11:1-45

"Akulah kebangkitan dan hidup."

Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. Maria adalah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya.

Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus, “Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.” Mendengar kabar itu Yesus berkata, “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.”


Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya serta Lazarus. Namun setelah mendengarnya bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat di mana Ia berada; tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya, “Mari kita kembali lagi ke Yudea.”

Murid-murid itu berkata kepada-Nya, “Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau; masihkah Engkau mau kembali ke sana?” Jawab Yesus, “Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini.

Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya.” Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Yesus berkata kepada mereka, “Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya.”

Maka kata murid-murid itu kepada-Nya, “Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh.” Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa.

Karena itu Yesus berkata dengan terus terang, “Lazarus sudah mati. Tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya.

Marilah sekarang kita pergi kepadanya!” Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain, “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.”

Ketika Yesus tiba di Betania, didapati-Nya Lazarus telah empat hari terbaring di dalam kubur. Betania itu tidak jauh dari Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya. Di situ banyak orang Yahudi telah datang untuk menghibur Marta dan Maria berhubung dengan kematian saudaranya.

Ketika Marta mendengar bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus, “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.

Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.” Kata Yesus kepada Marta, “Saudaramu akan bangkit.” Kata Marta kepada-Nya, “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.”Seminar Akulah Kebangkitan

Jawab Yesus, “Akulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati; dan setiap orang yang hidup serta percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.

Percayakah engkau akan hal ini?” Jawab Marta, “Ya Tuhan, aku percaya bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.” Sesudah berkata demikian, Marta pergi memanggil saudaranya Maria, dan berbisik kepadanya, “Guru ada di sana, dan Ia memanggil engkau.”

Mendengar itu, Maria segera bangkit, lalu pergi mendapatkan Yesus. Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung. Ia masih berada di tempat Marta menjumpai-Nya.

Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama Maria di rumah itu untuk menghiburnya melihat Maria tiba-tiba bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.

Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah Maria di depan kaki Yesus dan berkata kepada-Nya, “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.”

Ketika Yesus melihat Maria menangis, dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata, “Di manakah dia kamu baringkan?” Jawab mereka, “Tuhan, marilah dan lihatlah!” Maka menangislah Yesus.Buku Kehidupan Yesus

Kata orang-orang Yahudi, “Lihatlah, betapa besar kasih-Nya kepadanya!” Tetapi beberapa orang di antaranya berkata, “Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak mampukah Ia bertindak sehingga orang ini tidak mati?” Makin masygullah hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu.

Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. Kata Yesus, “Angkatlah batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada Yesus, “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.”

Jawab Yesus, “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah?” Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata, “Bapa, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.

Aku tahu bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku. Tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri mengelilingi Aku ini, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”

Sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras, “Lazarus, marilah ke luar!” Orang yang mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan, dan mukanya tertutup dengan kain peluh.

Kata Yesus kepada mereka, “Bukalah kain-kain itu, dan biarkan ia pergi.” Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.Kekristenan

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

"Yesus adalah Kebangkitan dan Hidup"

Dalam kehidupan manusia, ada satu kenyataan yang tidak dapat dihindari: kematian. Tidak peduli seberapa kuat seseorang, seberapa kaya, atau seberapa berkuasa, setiap manusia pada akhirnya akan menghadapi batas hidupnya. Namun dalam renungan Katolik hari ini, Injil Yohanes memberikan sebuah kabar yang sangat menggetarkan hati: Yesus adalah Tuhan yang berkuasa atas kehidupan dan kematian.

Kisah Lazarus yang dibangkitkan dari kematian bukan sekadar mukjizat. Peristiwa ini adalah tanda iman yang sangat besar bahwa Allah tidak pernah meninggalkan manusia, bahkan ketika harapan tampak sudah hilang.

Melalui renungan harian Katolik ini, kita diajak merenungkan iman kita kepada Kristus yang berkata:

“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” (Yohanes 11:25)
Sabda ini adalah inti dari refleksi Sabda Tuhan hari ini.

Baca juga panduan lengkap di Renungan Katolik Harian untuk memahami cara melakukan renungan setiap hari secara mendalam.

Kisah Lazarus: Ketika Harapan Tampak Hilang
Sahabat yang Sakit

Injil Yohanes menceritakan bahwa Lazarus, saudara Maria dan Marta dari Betania, jatuh sakit. Kedua saudari itu mengirim kabar kepada Yesus:

“Tuhan, dia yang Engkau kasihi sakit.”

Kalimat ini sederhana namun penuh iman. Mereka percaya bahwa Yesus mengasihi Lazarus, dan kasih itu pasti akan membawa pertolongan.

Namun yang mengejutkan, Yesus tidak segera datang.

Ia justru tinggal dua hari lagi di tempat-Nya berada. Dari sudut pandang manusia, tindakan ini tampak aneh. Bukankah Yesus dapat menyembuhkan Lazarus sebelum ia meninggal?

Sering kali dalam hidup kita mengalami hal yang sama. Kita berdoa, memohon pertolongan Tuhan, tetapi jawabannya terasa terlambat.

Melalui renungan Injil Yohanes 11:1-45 ini kita belajar bahwa waktu Tuhan bukan waktu manusia.

Ketika Tuhan Datang Terlambat Menurut Manusia
Marta yang Tetap Percaya

Ketika Yesus akhirnya datang, Lazarus sudah empat hari berada di dalam kubur.

Marta berkata kepada Yesus:

“Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.”

Kalimat ini mengandung dua perasaan sekaligus: kesedihan dan iman.

Marta tidak menyalahkan Yesus, tetapi ia mengungkapkan isi hatinya. Bahkan dalam kesedihan itu ia berkata:

“Tetapi sekarang pun aku tahu bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.”
Di tengah duka yang dalam, Marta masih memiliki kepercayaan kepada Tuhan.

Inilah salah satu pelajaran penting dari renungan Katolik hari ini: iman sejati tidak selalu berarti kita mengerti rencana Tuhan. Iman berarti tetap percaya bahkan ketika kita tidak memahami segalanya.

“Kesetiaan kepada Tuhan tidak bergantung pada penerimaan manusia.”

Pernyataan Yesus yang Mengubah Segalanya
“Akulah Kebangkitan dan Hidup”
Yesus berkata kepada Marta:

“Saudaramu akan bangkit.”
Marta mengira Yesus berbicara tentang kebangkitan pada akhir zaman. Tetapi Yesus membawa pemahaman yang jauh lebih dalam:

“Akulah kebangkitan dan hidup.”

Ini bukan sekadar janji masa depan. Ini adalah identitas Yesus sendiri.

Dalam refleksi Sabda Tuhan hari ini kita menemukan bahwa:

Yesus bukan hanya memberi hidup

Yesus adalah sumber kehidupan itu sendiri

Artinya, siapa pun yang hidup dalam Kristus tidak akan pernah kehilangan harapan.

Yesus Menangis: Tuhan yang Turut Merasakan Penderitaan
Salah satu ayat paling singkat dalam Alkitab adalah:Kekristenan

“Maka menangislah Yesus.” (Yohanes 11:35)
Ayat pendek ini sangat dalam maknanya.

Yesus tahu bahwa Ia akan membangkitkan Lazarus. Namun Ia tetap menangis.

Mengapa?

Karena Yesus ikut merasakan penderitaan manusia.

Ia bukan Tuhan yang jauh dan tidak peduli. Ia adalah Tuhan yang turut merasakan kesedihan kita.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering merasa sendirian ketika menghadapi:

kehilangan orang yang kita kasihi
kegagalan hidup
penyakit
kesulitan ekonomi
masalah keluarga
Namun renungan harian Katolik hari ini mengingatkan kita bahwa Yesus hadir di tengah air mata kita.

Mukjizat yang Mengguncang Dunia
Lazarus Keluar dari Kubur
Yesus datang ke kubur Lazarus dan berkata:

“Angkat batu itu.”
Marta sempat ragu karena tubuh Lazarus sudah empat hari berada di dalam kubur.

Tetapi Yesus berkata:

“Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah?”
Kemudian Yesus berseru dengan suara keras:

“Lazarus, marilah keluar!”

Dan sesuatu yang luar biasa terjadi.

Lazarus keluar dari kubur.

Mukjizat ini menunjukkan bahwa Yesus berkuasa atas kematian.

Bagi orang-orang yang menyaksikan peristiwa itu, iman mereka berubah selamanya.

Makna Rohani bagi Kehidupan Kita
Tuhan Juga Membangkitkan Kita
Dalam kehidupan rohani, banyak orang sebenarnya hidup tetapi seperti mati.

Mati karena:

dosa
putus asa
kehilangan iman
luka batin
kebencian
Namun Yesus juga ingin berkata kepada kita hari ini:

“Keluarlah dari kuburmu.”
Melalui renungan Injil Yohanes ini, kita diingatkan bahwa Tuhan mampu membangkitkan:

iman yang lemah
hati yang terluka
hidup yang terasa kosong
Tidak ada situasi yang terlalu gelap bagi Tuhan.

Refleksi untuk Kehidupan Sehari-hari

Beberapa pertanyaan refleksi dari renungan Katolik hari ini:

Apakah saya masih percaya kepada Tuhan ketika doa saya terasa tidak dijawab?
Apakah saya berani membawa kesedihan saya kepada Yesus seperti Marta dan Maria?
Apakah ada “kubur” dalam hidup saya yang perlu dibangkitkan oleh Tuhan?
Sering kali Tuhan bekerja justru ketika kita merasa semuanya sudah terlambat.

Bagi manusia mungkin sudah terlambat.

Tetapi bagi Tuhan tidak ada kata terlambat.

Penutup Renungan

Mukjizat Lazarus adalah tanda bahwa Yesus adalah Tuhan kehidupan.

Ia bukan hanya mengalahkan kematian Lazarus, tetapi juga memberi kita harapan akan kehidupan kekal.

Dalam setiap kesulitan hidup, kita dapat percaya pada janji Kristus:

“Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup.”
Semoga melalui renungan harian Katolik ini, iman kita semakin kuat untuk percaya bahwa Tuhan selalu bekerja dalam hidup kita, bahkan ketika kita tidak melihatnya.

Ditulis oleh Andreas Leman, penggiat konten refleksi iman Katolik dan spiritualitas harian.  (Sumber the katolik.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.