Ringkasan Materi dan Soal HOTS Bab 3 Masalah Sosial Akibat Globalisasi dan Era Digital
Siti Umnah March 21, 2026 01:27 PM

SRIPOKU.COM - Globalisasi dan digitalisasi bukan sekadar tentang kemajuan teknologi, melainkan pergeseran struktur sosial yang mendalam yang menyentuh setiap lapisan masyarakat. 

Di balik kemudahan konektivitas, muncul tantangan baru berupa masalah sosial yang kompleks, mulai dari ketimpangan ekonomi hingga lunturnya identitas budaya lokal. 

Memahami dinamika ini sangat krusial bagi siswa kelas 12 untuk menavigasi diri di tengah arus perubahan zaman yang serba cepat.

Baca juga: Latihan Soal HOTS Materi Pemberdayaan Komunitas Berbasis Kearifan Lokal Sosiologi Kelas 12 SMA

Rangkuman Materi: Masalah Sosial Akibat Globalisasi & Era Digital

1. Dampak Globalisasi pada Ketimpangan Sosial

Globalisasi sering kali menciptakan polarisasi. Di satu sisi, ada kelompok yang memiliki modal dan keterampilan (the haves), sementara di sisi lain ada masyarakat tradisional yang tertinggal (the have-nots). Hal ini memicu ketimpangan ekonomi antarnegara maupun di dalam internal satu negara.

2. Neokolonialisme dan Dominasi Budaya

Penjajahan bentuk baru tidak lagi menggunakan senjata, melainkan melalui ekonomi dan budaya. Westernisasi (peniruan gaya hidup Barat) sering kali mengancam eksistensi nilai-nilai lokal. Masyarakat cenderung menjadi konsumen pasif dari produk dan nilai budaya global.

3. Masalah Sosial di Era Digital

Era digital membawa fenomena unik yang menjadi kajian sosiologi:

  • Digital Divide (Kesenjangan Digital): Perbedaan akses terhadap teknologi informasi antarwilayah atau kelas sosial.
  • Culture Shock & Culture Lag: Ketidaksiapan mental masyarakat dalam menerima teknologi baru atau tertinggalnya perkembangan nilai/norma dibanding teknologi.
  • Kejahatan Siber (Cyber Crime): Penipuan daring, perundungan siber (cyberbullying), dan penyebaran hoaks yang merusak integrasi sosial.

4. Tantangan Identitas Nasional

Munculnya Glokalisasi—yaitu penyesuaian produk global dengan nilai lokal—merupakan salah satu upaya bertahan. Namun, tanpa benteng karakter yang kuat, masyarakat berisiko mengalami krisis identitas.

Latihan Soal HOTS

1. Masuknya perusahaan ritel berskala internasional ke pelosok daerah di Indonesia sering kali mematikan pasar tradisional dan pedagang kecil. Dilihat dari sudut pandang sosiologi, fenomena ini menunjukkan bahwa globalisasi dapat menyebabkan...

A. Peningkatan standar hidup masyarakat bawah melalui efisiensi harga.

B. Terbentuknya masyarakat yang lebih kompetitif dalam ekonomi kreatif.

C. Terjadinya ketimpangan sosial akibat kekalahan modal dan teknologi.

D. Proses asimilasi budaya antara pedagang lokal dan pengusaha global.

E. Integrasi ekonomi yang menguntungkan seluruh lapisan masyarakat secara merata.

Jawaban : C. Terjadinya ketimpangan sosial akibat kekalahan modal dan teknologi.

2. Di sebuah desa, generasi muda lebih fasih menggunakan gadget dan media sosial untuk berkomunikasi, sementara para orang tua merasa bingung dan asing dengan teknologi tersebut. Ketidakmampuan sebagian anggota masyarakat mengikuti kecepatan inovasi teknologi ini dalam sosiologi disebut sebagai...

A. Cultural Shock

B. Cultural Lag

C. Cultural Universal

D. Cultural Animism

E. Cultural Diffussion

Jawaban : B. Cultural Lag

A. Kedaulatan ekonomi nasional

B. Sistem pendidikan karakter

C. Integrasi dan kohesi sosial

D. Hak asasi manusia secara global

E. Modernisasi institusi politik

Jawaban : C. Integrasi dan kohesi sosial

4. Perhatikan fenomena berikut: Masyarakat di desa terpencil kini bisa mengonsumsi produk fashion dari Paris melalui marketplace, namun mereka kehilangan tradisi menenun karena dianggap ketinggalan zaman. Hal ini merupakan bentuk masalah globalisasi yang disebut...

A. Akulturasi yang harmonis

B. Westernisasi dan degradasi budaya lokal

C. Difusi kebudayaan yang bersifat membangun

D. Glokalisasi untuk penguatan ekonomi rakyat

E. Sosialisasi budaya global yang inklusif

Jawaban : B. Westernisasi dan degradasi budaya lokal

5. Munculnya fenomena "Cyberbullying" yang berujung pada depresi korban menunjukkan bahwa regulasi hukum sering kali tertinggal dibandingkan dengan kecepatan inovasi teknologi digital. Upaya paling tepat untuk mengatasi hal ini dari perspektif pendidikan adalah...

A. Menutup semua akses media sosial bagi remaja.

B. Menambah infrastruktur jaringan internet di sekolah.

C. Menanamkan etika berinternet (netiquette) dan literasi digital.

D. Memberikan sanksi pidana seberat-beratnya bagi pelaku di bawah umur.

E. Mengganti semua buku cetak dengan perangkat digital.

Jawaban : C. Menanamkan etika berinternet (netiquette) dan literasi digital.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.