Usai Tak Terkalahkan Bersama Timnas Malaysia, Peter Cklamovski Kini Terpaksa Kehilangan Segalanya
Ragil Darmawan March 21, 2026 01:33 PM

FAM.ORG.MY
Peter Cklamovski yang bersinar sejak menangani Timnas Malaysia, kini harus kehilangan segalanya.

SUPERBALL.ID - Mimpi Peter Cklamovski di Piala Asia telah berakhir bahkan sebelum babak kualifikasi usai.

Hal itu karena Cklamovski telah kehilangan pemain kunci, poin kemenangan, hingga posisi tim di klasemen.

Seperti diketahui, FIFA telah menjatuhkan sanksi kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain naturalisasi Harimau Malaya.

Mereka diberi hukuman denda serta larangan bermain selama 12 bulan akibat skandal pemalsuan dokumen naturalisasi.

Tak berhenti sampai di situ, FAM mencoba untuk mengajukan banding hingga ke Pengadilan di CAS, tapi ditolak.

Akibatnya, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) juga memberi sanksi kepada Timnas Malaysia.

AFC memutuskan bahwa Timnas Malaysia dinyatakan kalah (0-3) dalam dua pertandingan yang sebelumnya mereka menangi saat melawan Nepal (2-0) dan Vietnam (4-0).

Dengan pengurangan enam poin, maka Timnas Malaysia terpaksa turun ke peringkat dua klasemen Grup F dan dipastikan gagal melaju ke putaran final Piala Asia 2027.

"Uang apa pun yang kita miliki, harus kita belanjakan untuk membayar denda (FAM juga didenda oleh FIFA dan AFC), dan kemudian memulai semuanya dari nol," kata Cklamovski selaku pelatih kepala Timnas Malaysia.

Menghadapi badai yang menerpa, pelatih asal Australia itu bertekad untuk bangkit dan membangun kembali sepak bola Malaysia.

"Kita harus memikirkan pembangunan lokal, pemain muda, dan membangun fondasi yang kokoh," katanya.

Jika dilihat ke belakang, Cklamovski tiba di Malaysia pada Desember 2024, dan dengan cepat mendapatkan reputasi atas kemahiran taktisnya.

Ia memimpin Harimau Malaya melalui babak kualifikasi dan pertandingan persahabatan tanpa terkalahkan.

Para penggemar mendukung kepemimpinannya, para pengamat memuji metodenya, dan ada harapan bahwa Malaysia akhirnya menemukan stabilitas di lapangan.

Namun, dalam waktu kurang dari setahun, semua janji itu sirna, bukan karena performa yang buruk, tetapi karena masalah di luar lapangan.

Kisah ini dimulai pada Agustus 2025 dengan terungkapnya fakta bahwa Malaysia telah menurunkan tujuh pemain naturalisasi yang tidak memenuhi syarat.

Mereka adalah Joao Figueiredo, Rodrigo Holgado, Jon Irazabal, Hector Hevel, Facundo Garces, Gabriel Palmero, dan Imanol Machuca.

Sebelum keputusan FIFA, Cklamovski mencatatkan enam kemenangan dan dua hasil imbang dari delapan pertandingan.

Catatan tersebut memberinya tingkat kemenangan 80 persen, salah satu awal terbaik bagi pelatih Malaysia mana pun dalam sejarah baru-baru ini.

Sebagai perbandingan, pelatih Malaysia era modern lainnya dengan setidaknya 10 pertandingan memiliki tingkat kemenangan resmi berkisar antara 32 hingga 63 persen.

Contohnya yaitu Kim Pan-gon (63), Tan Cheng Hoe (53), K. Rajagobal (32), dan Ong Kim Swee (40).

Dahulu dipuja sebagai pahlawan yang mampu membawa Malaysia ke level yang lebih tinggi, Cklamovski kini mendapati reputasi dan rekornya ditentukan oleh keadaan di luar kendalinya.

Sementara itu, legenda sepak bola Datuk Jamal Nasir mengatakan Harimau Malaya harus menerima kekalahan ini ketika mereka bertemu Vietnam dalam laga terakhir Kualifikasi Piala Asia 2027 yang akan bergulir pada 31 Maret.

"Pergi saja dan mainkan permainannya, nikmati saja. Tidak ada lagi yang perlu diperjuangkan," katanya.

"Kita harus memulai semuanya dari awal lagi dan fokus pada talenta lokal kita."

"Sekarang kita harus mulai memikirkan pemain lokal kita. Kita tidak bisa terus bergantung pada pemain naturalisasi. Kita sudah terlalu banyak mengeluarkan biaya."

"Publik adalah prioritas kami, dari perspektif keterlibatan dan membangun kembali kepercayaan dalam sepak bola."

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.