Cara Islami Menjawab Pertanyaan Kapan Nikah hingga Kapan Punya Anak Saat Lebaran
Sri Juliati March 21, 2026 06:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Pertanyaan seperti 'kapan nikah' atau 'kapan punya anak' kerap muncul saat momen Lebaran.

Bagi sebagian orang, dua pertanyaan ini menjadi hal yang sensitif.

Menanggapi hal ini, Habib Shaleh Muhammad Al Jufri, pengasuh Pondok Pesantren Darul Mustafa Indonesia, memberikan panduan agar menjawabnya tetap sopan dan bernilai islami.

Menurut Habib Shaleh, penting bagi setiap orang untuk berhati-hati sebelum melontarkan pertanyaan kepada orang lain, terutama yang bersifat pribadi. 

Ia menekankan agar setiap pertanyaan dipikirkan terlebih dahulu, apakah berpotensi menyinggung atau justru menyakiti perasaan orang lain.

"Kalau ingin bertanya kepada seseorang, pikirkan dulu. Jangan sampai pertanyaan kita membuat orang sedih atau tidak nyaman," ujarnya dalam program OASE Tribunnews.com, Jumat (20/3/2026).

Ia mencontohkan, kepada seseorang yang masih lajang, sebaiknya tidak langsung ditanya kapan menikah. 

Begitu pula kepada pasangan yang belum memiliki anak, karena bisa jadi mereka sedang menghadapi ujian atau memiliki alasan tertentu yang tidak diketahui orang lain.

"Kalau kita tahu dia masih sendiri, jangan ditanya kapan menikah. Atau kalau sudah lama menikah belum punya anak, bisa jadi ada masalah. Itu sangat sensitif," jelasnya.

OASE - Habib Shaleh Muhammad Al Jufri, pengasuh Pondok Pesantren Darul Mustafa Indonesia saat menjadi narasumber dalam program OASE Tribunnews.com, Jumat (20/3/2026).
OASE - Habib Shaleh Muhammad Al Jufri, pengasuh Pondok Pesantren Darul Mustafa Indonesia saat menjadi narasumber dalam program OASE Tribunnews.com, Jumat (20/3/2026). (Tribunnews.com/YouTube Tribunnews.com/OASE)

Namun, jika seseorang berada di posisi yang ditanya, Habib Shaleh menyarankan agar tetap menjawab dengan santun dan disertai doa. 

Misalnya, saat ditanya kapan menikah, bisa dijawab dengan, "Doakan saja semoga jodohnya segera datang."

Sementara untuk pertanyaan tentang anak, ia menyarankan jawaban seperti, "Kami masih menunggu rezeki dari Allah, mohon doanya semoga segera diberi momongan."

Habib Shaleh juga menyarankan untuk meminta doa dari lawan bicara atau menjawab dengan ringan, tetapi tetap sopan.

Misalnya menawarkan bantuan, “Barangkali ada calon untuk saya?" sehingga suasana tetap cair tanpa menyinggung perasaan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.