Kenneth DPRD DKI: Jakarta Kota Terbuka bagi Pendatang, Tapi Harus Punya Keahlian dan Tujuan Jelas
Satrio Sarwo Trengginas March 21, 2026 10:07 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Di balik tradisi mudik Lebaran Idulfitri, terselip fenomena tahunan yakni bertambahnya pendatang baru ke Jakarta saat arus balik. 

Jakarta memang kota terbuka, tetapi tidak untuk mereka yang datang tanpa arah agar tidak berujung menjadi beban sosial.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth menegaskan, fenomena kedatangan pendatang baru ke Ibu Kota merupakan hal yang tidak dapat dihindari. 

Sebagai pusat ekonomi nasional, Jakarta selama ini menjadi magnet peluang sekaligus harapan bagi masyarakat dari berbagai daerah.

Kesiapan Adu Nasib di Jakarta

Namun demikian, ia mengingatkan,  keterbukaan Jakarta tidak berarti tanpa batas dan tanpa arah. 

Kenneth menekankan pentingnya kesiapan bagi setiap pendatang yang ingin mengadu nasib di Ibu Kota Jakarta.

"Pendatang baru harus benar-benar mempersiapkan diri dengan baik. Bekal utama yang harus dimiliki adalah keahlian, kompetensi, serta tujuan yang jelas," ujar Kenneth, Sabtu (21/3/2026).

Tak Cukup Modal Nekat

Kenneth mengingatkan datang ke Jakarta tidak cukup hanya bermodal nekat. 

Para pendatang diharapkan memiliki rencana yang matang serta niat untuk berkontribusi secara produktif, bukan sekadar mencoba peruntungan.

Lebih lanjut, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu mendorong agar para pendatang juga membawa semangat investasi, sekecil apa pun bentuknya. 

Ia menilai langkah tersebut dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kalau bisa, datang ke Jakarta itu sekaligus membawa semangat untuk berusaha. Misalnya dengan membuka usaha mandiri, memberdayakan UMKM, atau bahkan menciptakan lapangan kerja. Hal tersebut akan sangat membantu perekonomian sekaligus mendukung program Pemerintah Jakarta," jelas Ketua IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI) PPRA Angkatan LXII itu.

Jangan Jadi Beban Jakarta

Di sisi lain, Kenneth juga menyoroti potensi persoalan sosial yang dapat timbul apabila urbanisasi tidak diiringi kesiapan. 

Ia mengingatkan agar para pendatang ini tidak justru menjadi beban bagi kota Jakarta.

"Saya tidak ingin melihat pendatang yang akhirnya menjadi Pak Ogah, manusia gerobak, atau bahkan terjerumus ke dalam tindakan kriminal. 

Hal ini harus menjadi perhatian bersama," tegas Kepala BAGUNA (Badan Penanggulangan Bencana) DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta itu.

Kenneth menambahkan, kondisi tersebut tidak hanya merugikan individu, tetapi juga akan berdampak pada ketertiban umum serta citra Jakarta sebagai kota metropolitan. 

Oleh karena itu, ia menegaskan,  Jakarta tetap terbuka bagi siapa pun yang ingin datang dan berjuang, selama memiliki kesiapan, tanggung jawab, dan tujuan yang jelas.

Penataan Urbanisasi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Jajaran DPRD, lanjut Kenneth, akan terus mendorong kebijakan penataan urbanisasi yang lebih terarah. 

Hal itu dilakukan melalui penguatan ekonomi di daerah asal, peningkatan keterampilan tenaga kerja, hingga pengawasan sosial di wilayah Ibu Kota.

"Kami percaya, dengan niat baik dan kerja keras, para pendatang bisa menjadi bagian dari solusi, bukan beban. Kota Jakarta bukan hanya tempat mencari penghidupan, tapi juga ruang untuk berkontribusi dan tumbuh bersama," tutupnya.

Berita terkait

  • Baca juga: Sidak Jelang Arus Mudik, Kenneth DPRD DKI Minta Terminal Kalideres Berbenah Agar Lebih Nyaman
  • Baca juga: Longsor Bantargebang Tewaskan 4 Orang, Kenneth DPRD DKI: Jakarta Butuh Revolusi Pengelolaan Sampah
  • Baca juga: Kenneth DPRD DKI: Pak Ogah Bukan Sekadar Masalah Sosial, Tapi Ancaman Keselamatan di Jalan
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.