TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu memastikan akan mempercepat pemulihan pasca bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu.
Masinton menjelaskan, saat ini pihaknya masih terus berupaya memulihkan akses-akses jalan yang tertutup.
Selain itu, pemulihan arus sungai masih terus diupayakan, khususnya di Kelurahan Hutanabolon.
"Proses pemulihan di desa-desa yang terkena bencana itu, kita membuka akses. Meskipun kemarin sudah kita kerjakan, Kemudian ada yang terputus kembali seperti di daerah Muara Sibuntuon lalu Desa Puraba itu terus kita kebut,"jelasnya.
Masinton memastikan, tidak ada lagi desa-desa terisolir. Percepatan penanganan Huntara dan Huntap akan terus dilakukan.
"Masalah pengungsi ini praktis kita mau zero pengungsi ya g ada tenda-tenda darurat. Maka dari itu, kita tarik semua ke hunian-hunian sementara,"tuturnya.
Untuk berjaga-jaga, pihaknya juga masih menyediakan lokasi evakuasi yang cukup strategis.
"Milik pemerintah daerah yang nanti bisa digunajan oleh masyarakat terdampak seperti gedung sekolah, kantor, gelanggang olahraga, dan lain sebagainya," jelasnya.
Diketahui, Kabupaten Tapanuli Tengah, dilanda banjir bandang beberapa waktu lalu. Akibatnya sejumlah desa terdampak bencana.
Pantauan Tribun Medan, Sabtu (21-3/20226), untuk Kelurahan Hutanabolon masih cukup memprihatinkan. Meski begitu, alat-alat berat terlihat sudah diturunkan.
Para pekerja juga terus melakukan perbaikan arus sungai, agar tidak kembali banjir.
Sementara untuk Desa Lopian Kecamatan Badiri terpantau sudah mulai membaik. Namun, memang masih ada kayu-kayu besar dan gundukan tanah di sisi-sisi jalan.
Rumah-rumah warga juga belum tertata rapi, masih ada beberapa yang depan rumahnya ada tumpukan tanah bekas banjir dan longsor.
(Cr5/tribun-medan.com)