Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Libur Lebaran tak selalu harus pergi jauh. Bagi sebagian warga Bandung, menghabiskan waktu di Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution sudah cukup untuk menghadirkan suasana liburan yang hangat bersama keluarga.
Meski pengunjung belum terlalu ramai. Namun, pengelola sudah bersiap menghadapi lonjakan yang biasanya terjadi sehari setelah Lebaran.
Kepala Sarana dan Prasarana Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution, Asep Zulkifli, mengaku momentum Lebaran selalu menjadi musim ramai bagi mereka. Tahun ini, ia berharap ada tambahan pengunjung seiring ditutupnya kebun binatang di kota tersebut.
“Biasanya puncaknya itu di H+1. Mudah-mudahan tahun ini juga begitu, apalagi dengan kondisi Bandung Zoo tutup, mungkin ada dampaknya ke sini,” ujarnya, saat ditemui Tribunjabar.id, Sabtu (21/3/2026).
Letaknya yang berada di tengah kota membuat taman ini mudah dijangkau dari berbagai arah.
• Farhan Soroti Adanya 100 Ribu Warga Miskin, Ingatkan Kepedulian Sosial di Tengah Lebaran
Ditambah lagi, harga tiket yang tetap Rp15 ribu per orang menjadi daya tarik tersendiri bagi keluarga yang ingin berlibur tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.
“Tidak ada kenaikan harga. Kita tetap seperti biasa,” kata Asep.
Jam operasional pun tidak berubah selama libur Lebaran, yakni mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Meski begitu, pihaknya tetap meningkatkan kesiapsiagaan. Pihak kepolisian dilibatkan untuk pengamanan, sementara layanan kesehatan dibantu oleh PMI.
Asep menyebut wahana kereta mini masih menjadi favorit anak-anak.
"Rel kecil yang mengitari area taman itu, hampir selalu dipenuhi antrean saat musim liburan," tuturnya.
Selain itu, lanjut dia, tersedia juga area duduk dengan hamparan rumput sintetis bagi keluarga yang ingin bersantai sambil menggelar tikar.
Tahun ini, pihaknya menambah satu wahana baru berupa mobil remote control di area sepeda.
"Anak-anak bisa bermain sekaligus belajar mengenal rambu-rambu lalu lintas," imbuhnya.
• Tradisi Ngapungkeun Balon Hari Lebaran di Garut, Bukan Sekadar Warisan Turun-Temurun
Beberapa wahana lain seperti kolam renang anak, komidi putar, hingga sepeda juga tetap diminati. Dalam kondisi normal saat libur Lebaran, jumlah pengunjung bisa mencapai 3.000 hingga 4.000 orang per hari, tergantung cuaca.
“Kalau hujan, pasti berpengaruh. Karena kita konsepnya outdoor,” kata Asep.
Di antara pengunjung yang datang, Ati (42), warga Ranca Manyar, mengaku memilih Taman Lalu Lintas karena suasananya yang lebih santai dan edukatif untuk anak.
“Lebih adem di sini, terus anak juga bisa belajar tentang lalu lintas. Ini pertama kali ke sini,” ujarnya.
Perjalanan menuju lokasi memang tidak sepenuhnya mulus. Ia sempat terjebak kemacetan dari kawasan Kopo hingga Mohammad Toha.
Namun, menurutnya hal itu terbayar dengan suasana taman yang nyaman dan harga tiket yang terjangkau.
“Murah, Rp15 ribu per orang. Lumayan lengkap juga,” katanya.
Pengunjung lainnya, Nita (32), warga Punclut, yang sengaja datang bersama keluarganya karena sang anak sudah lama ingin berkunjung.
“Anak saya pengen banget ke sini, katanya mau naik sepeda,” ujarnya.
Bagi Nita, Taman Lalu Lintas bukan tempat baru. Ia pernah datang ke sana saat masih kecil.
Kini, ia kembali sebagai orang tua, membawa anak-anaknya merasakan pengalaman serupa.
“Sekarang lebih enak, lebih banyak mainannya dibanding dulu,” katanya. (*)