Brebes (ANTARA) - Perubahan pola perjalanan dan belanja pemudik sejak beroperasinya jalan tol Trans Jawa memunculkan dampak berbeda bagi pelaku usaha telur asin di Brebes, Jawa Tengah.
Sebagian pedagang kecil mengeluhkan penurunan pembeli akibat berkurangnya kendaraan yang melintasi jalur Pantura dan singgah di pusat oleh-oleh, sementara pelaku usaha skala lebih besar justru mampu beradaptasi dan meningkatkan penjualan.
Salah satu pedagang, Nanda, yang telah berjualan selama sekitar 30 tahun, mengatakan kondisi pusat oleh-oleh kini jauh lebih sepi dibandingkan sebelum adanya jalan tol.
“Dulu dari ujung sampai ujung jualan telur asin semua. Sekarang tinggal empat kios yang bertahan,” kata Nanda kepada ANTARA di Brebes, Jumat (20/3).
Ia menuturkan, pada masa sebelum tol beroperasi, kawasan tersebut dipadati kendaraan pemudik hingga menyebabkan kemacetan sepanjang hari.
“Dulu habis Lebaran macet total, siang malam ramai. Sekarang mah tengah jalan bisa tidur, saking sepinya,” ujarnya.
Penurunan jumlah pengunjung berdampak langsung pada penjualan. Jika sebelumnya mampu menjual hingga 2.000–3.000 butir telur asin per hari, kini hanya sekitar 100 butir.
Menurut dia, banyak pedagang yang menyewa kios tidak mampu bertahan karena tidak balik modal.
“Kebanyakan yang ngontrak tidak kuat, paling tiga sampai empat bulan sudah tutup,” katanya.
Penelitian Universitas Diponegoro tahun 2019 mencatat rata-rata volume penjualan turun dari sekitar 9.000 butir menjadi 3.000 butir per hari setelah adanya tol.
Di sisi lain, pelaku usaha skala lebih besar seperti Toko Telor Asin Bakar Yes justru mencatat peningkatan penjualan menjelang Lebaran.
Pemilik Toko Telor Asin Bakar Yes, Dhani Bagus Purnama, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai penyesuaian untuk mengikuti perubahan pola belanja pemudik.
“Kalau hari biasa sekitar 5.000 butir per hari. Menjelang Lebaran bisa 10.000 sampai 15.000 butir,” ujarnya kepada ANTARA pada Jumat (20/3).

Selain menjual telur asin rebus dan bakar, pihaknya juga mengembangkan berbagai olahan berbasis telur asin seperti saus dan makanan siap konsumsi untuk menarik minat pembeli.
Menurut Dhani, persiapan menghadapi momen Lebaran dilakukan jauh hari, mulai dari pemilihan bahan baku hingga kesiapan tenaga kerja.
“Persiapan kami lakukan dari awal, supaya kualitas tetap terjaga dan pelayanan maksimal,” ujarnya.
Untuk menjangkau pemudik yang tidak melintasi jalur Pantura, pihaknya juga membuka cabang di rest area jalan tol serta mengoptimalkan penjualan daring.
“Selain di sini, kami juga buka di rest area dan online, jadi tetap bisa menjangkau pembeli,” katanya.
Ia menilai perubahan infrastruktur mendorong pelaku usaha untuk beradaptasi dengan perilaku konsumen yang terus berkembang.
“Perubahan itu pasti ada. Tinggal bagaimana kita meresponsnya,” ujarnya.







