- Rentetan rudal balistik Iran menggempur Israel Selatan pada Sabtu (21/3).
Rudal balistik itu memporak-porandakan Kota Arad dan Dimona.
Sistem pertahanan udara yang gagal mencegat proyektil Iran membuat kawasan nuklir Israel hancur.
Para pejabat mengatakan setidaknya 27 orang terluka di Dimona, termasuk seorang remaja yang mengalami luka parah akibat pecahan peluru .
Sementara di Arad, tercatat 68 orang terluka, termasuk 10 orang dalam kondisi serius.
Kepala eksekutif Magen David Adom, Eli Bin, mengatakan beberapa orang diyakini terjebak di dalam bangunan yang rusak di Arad.
Ia menggambarkan serangan Iran sebagai "peristiwa yang sangat besar".
Bahkan dirinya menyebut masih banyak warga yang hilang, diduga tertimbun bangunan.
Menurut laporan awal, satu rudal Iran membawa hulu ledak konvensional seberat beberapa ratus kilogram.
Rudal tersebut menghantam di antara bangunan tempat tinggal hingga mengakibatkan kerusakandan memicu kebakaran.
Angkatan udara Israel mengatakan telah membuka penyelidikan atas kegagalan iron dome mencegat rudal Iran.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan keras terkait serangan Teheran.
Ia menyebut malam itu menjadi serangan yang sulit hingga bersumpah akan terus menyerang Iran dari semua lini.
https://www.theguardian.com/world/2026/mar/21/wounded-iranian-missile-strikes-southern-israel