Kisah Haru Lansia 22 Tahun Lebaran di Panti Wreda Jambi hingga Tak Ada Keluarga Jenguk
asto s March 22, 2026 08:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Minggu (22/3/2026) siang, suasana di Panti Sosial Tresna Wreda Budi Luhur Jambi lengang.

Tak ada keramaian berlebih, hanya beberapa laki-laki dan perempuan lanjut usia (lansia) yang tinggal di sana.

Di teras wisma, Darwati (73) duduk santai. Dia sudah22 tahun berada di panti wreda tersebut.

Baginya, panti bukan sekadar tempat tinggal, tetapi rumah kedua yang penuh teman dan cerita.

Dia mengaku tetap merasakan kebahagiaan, terutama saat Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri.

Puasa, tarawih, hingga tadarus dijalani bersama penghuni lain dalam suasana kekeluargaan.

“Enak, kawannya banyak, lebaran di sinilah,” ujarnya pelan.

Panti Sosial Tresna Wreda Budi Luhur Jambi
Suasana Panti Sosial Tresna Wreda Budi Luhur Jambi, Minggu (22/3/2026) siang.

Meski begitu, kerinduan pada keluarga tetap hadir, terutama pada anak dan cucunya.

Darwati yang merupakan anak tunggal mengaku tak lagi memiliki orang tua.

“Keluarga Emak tidak ada lagi,” ucapnya lirih.

Di hari Lebaran, Darwati biasanya menunggu kedatangan anak dan cucunya pada hari ketiga atau keempat.

Jika tak sempat datang, mereka sekadar menyapa lewat sambungan telepon.

Tidak Ada Keluarga

Di sudut lain, Sri Rahayu (56) juga menjalani Lebaran pertamanya di panti dengan perasaan yang tak jauh berbeda.

Dia mengaku tidak memiliki keluarga dan diantar oleh tetangganya ke panti wreda tersebut.

Namun, perhatian tetap ia rasakan dari tetangga yang sesekali datang menjenguk.

Kesederhanaan itu justru membuat Sri merasa tidak sendiri.

Sementara itu, Jasman Kasto (73) menemukan ketenangan setelah empat tahun tinggal di panti.

Dia merasakan hidup yang lebih teratur dan nyaman.

“Tidur saya nyenyak, makan saya kenyang,” katanya.

Baginya, panti memberi ruang kebebasan tanpa tekanan.

Meski demikian, kerinduan pada istri, anak, dan cucu tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan di hari Lebaran.

Kasto berharap kasih sayang keluarga tetap mengalir meski terpisah jarak.

Di tengah suasana Lebaran, panti tampak lengang tanpa agenda khusus.

Namun kehangatan tetap terasa dari kebersamaan para penghuni.

Kepala Panti Sosial Tresna Wreda Budi Luhur Jambi, Tuti Widiastuti, mengatakan kegiatan halal bihalal baru akan digelar beberapa hari setelah Lebaran.

Sederhana, namun penuh makna, para lansia di Panti Budi Luhur menjalani Lebaran dengan cara mereka sendiri.

Di antara keterbatasan, mereka tetap menemukan bahagia dalam kebersamaan. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)

Baca juga: Kalender April 2026, Ada 2 Libur dan Long Weekend di Awal Bulan

Baca juga: Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi 24, 28 dan 29 Maret

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.