TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Objek wisata Muaro Mati di Tiku, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam dipadati pengunjung pada hari kedua Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, pada Minggu (22/3/2026) sore.
Objek wisata ini berlokasi tepat di jalan lintas Padang-Lubuk Basung. Jika dari Kota Padang, berada sesudah SMAN 1 Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam.
Tak jauh dari jalan lintas, objek wisata ini berada di sebelah kiri. Terdapat jembatan yang dapat dilewati kendaraan untuk menujuke objek wisata tersebut.
Muaro Mati sendiri merupakan sebuah muara yang aliran airnya terperangkap bagaikan sebuah danau. Objek wisata ini juga ditumbuhi pohon pinus dan kelapa.
Baca juga: Update Peringatan Dini Cuaca Sumbar Minggu 22 Maret 2026 Pukul 21.00-23.00 WIB, Potensi Hujan Lebat
Keindahan pemandangan di Muaro Mati sangat indah, sebab menyuguhkan rumput hijau nan luas dan pemandangan sunset indah.
Wisata ini sangat cocok untuk liburan atau piknik bersama keluarga, teman kantor dan kawan-kawan sekolah.
Pantauan TribunPadang.com pada pukul 16.16 WIB, terlihat kendaraan roda dua hingga empat memenuhi sisi kiri dan kanan jembatan yang menjadi bagian dari objek wisata tersebut.
Dari jalan raya, pengunjung dapat berjalan hingga sampai di Muaro Mati. Jaraknya tidak terlalu jauh, hanya beberapa ratus meter dari jalan lintas.
Baca juga: Wisatawan Asal Padang Edison Puji Keindahan Muaro Mati Tiku Agam: Bisa Piknik Sambil Memancing
Seorang pengunjung, Abdi, mengaku sangat tertarik akan keindahan objek wisata Muaro Mati tersebut. Hal ditu dikarenakan, selain pemandangan yang indah, udara di sana juga sejuk.
Bagi Abdi, pengalamannya berliburan ke Tiku dari Pekanbaru cukup membuatnya puas akan keindahan alam di Nagari Tiku Selatan.
"Saya dari Pekanbaru, kebetulan ada keluarga di Tiku, jadi dibawa ke Muaro Mati, ternyata tempat wisatanya bagus, beda dari yang lain," ucapnya saat memberikan keterangan di lokasi.
Ia mengaku datang bersama keluarga ke Muaro Mati hanya untuk piknik, sembari memanfaatkan waktu libur Lebaran Idul Fitri 2026.
Baca juga: Ladu, Kue Lebaran Khas Tiku Kabupaten Agam yang Keras di Luar tapi Renyah saat Dalam Mulut
Selain itu, ia juga mengabadikan beberapa momen di Muaro Mati. Pemandangan pohon pinus dan pertemuan muara dengan pantai cukup membuat ia terkesima.
"Sesekali mengabadikan momen, karena cuaca juga sedang bagus, apalagi sore hari saat sunset muncul," terangnya.
Senada, masyarakat sekitar bernama, Mikel, mengaku objek wisata Muaro Mati memang menyuguhkan pemandangan dengan tema sunset dan muara.
Di Muaro Mati sebelumnya ujar Mikel tidak ada aktivitas, namun para pemuda setempat membersihkan area tersebut, dan ternyata menarik banyak wisatawan.
"Awalnya muara biasa, belum seperti ini, kalau sekarang sudah ramai, apalagi saat Lebaran," pungkasnya.(*)