Sempat Takut Kehilangan Pekerjaan, Ini Alasan Pedagang Jalan Vihara Mau Masuk Pasar Wage Purwokerto
rika irawati March 23, 2026 01:28 AM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Puluhan tahun menggantungkan hidup di Jalan Vihara, ratusan pedagang akhirnya legawa direlokasi ke Pasar Wage Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Mereka sempat khawatir, penggusuran ini mengancam mata pencaharian mereka.

Ketua Paguyuban Pedagang Pagi Pasar Wage Purwokerto (P4WP) Nada Pratikno mengungkapkan, para pedagang telah berjualan di Jalan Vihara selama puluhan tahun. 

Bahkan, sebagian pedagang sudah berjualan hingga 25 tahun di lokasi tersebut.

Ia menyebutkan, jumlah pedagang yang berjualan di kawasan Jalan Vihara mencapai sekitar 244 orang. 

"Awalnya, kami kaget dan sempat ingin melawan (saat akan direloka) karena ini menyangkut perut kami," kata Nada kepada Tribunbanyumas.com, saat ditemui disela relokasi, Minggu (22/3/2026) malam. 

Baca juga: Curhat Pedagang Sayur Jalan Vihara Masuk ke Pasar Wage Purwokerto: Baru Naruh Terong Sudah Penuh

Namun demikian, lanjut Nada, pendekatan yang dilakukan pemerintah berlangsung secara humanis dan persuasif. 

Hal tersebut membuat para pedagang mulai memahami bahwa lokasi yang selama ini digunakan merupakan aset milik pemerintah.

"Setelah ada pendekatan yang baik, kami sadar bahwa ini milik pemerintah."

"Kami juga harus menjadi warga negara yang baik," katanya.

Ia menambahkan, para pedagang akhirnya sepakat mengikuti program penataan tanpa adanya pungutan biaya.

Kesepakatan tersebut dicapai dengan sejumlah catatan, di antaranya penataan dilakukan setelah Lebaran serta adanya kepastian waktu pengosongan lokasi.

"Kami sepakat, dengan catatan, penataan dilakukan setelah Lebaran." 

"Bahkan, sudah ada surat bahwa tanggal 22 Maret pukul 00.00 WIB lokasi harus sudah kosong," jelasnya.

Sebagai bentuk komitmen, para pedagang juga telah mulai membersihkan area lapak masing-masing secara mandiri. 

Mereka berharap, perhatian dari pemerintah tidak berhenti pada proses penataan saja tetapi juga berlanjut untuk mendukung keberlangsungan aktivitas pasar ke depan.

"Kami siap ditata dan berharap ke depan pasar bisa berjalan lebih lancar." 

"Kami juga siap menjadi satu," ujarnya.

Nada juga mengimbau kepada seluruh pedagang agar tidak kembali berjualan di luar area yang telah disediakan, mengingat tempat relokasi telah digratiskan oleh pemerintah.

"Kami harap, pedagang tidak keluar lagi karena tempat sudah disediakan secara gratis," tegasnya.

Ia pun menyambut positif rencana penataan wajah Pasar Wage, khususnya di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Purwokerto, yang diharapkan dapat memberikan dampak baik bagi pedagang maupun masyarakat.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Wage (P3W), Muhammad Toha, yang juga telah berjualan selama kurang lebih 50 tahun, menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian pemerintah dalam proses penataan pasar.

Ia mengungkapkan bahwa sejak sekitar tahun 2004 - 2005, para pedagang telah melalui berbagai dinamika dalam memperjuangkan keberlangsungan usaha mereka.

"Sudah berkali-kali kami mengalami pergantian kebijakan."

"Tapi kami melihat, sekarang perhatian dari pemerintah, baik dari kabid pasar maupun kepala dinas, sangat besar," ujarnya.

Toha juga menyampaikan terima kasih atas upaya yang telah dilakukan hingga tercapainya kesepakatan bersama. 

Ia menegaskan bahwa saat ini tidak ada lagi sekat antara paguyuban, baik P3W maupun P4WP, karena seluruh pedagang telah melebur menjadi satu.

"Sekarang tidak ada lagi P3W atau P4WP, semuanya menjadi satu, yaitu pedagang Pasar Wage," katanya.

Baca juga: Bukan Negosiasi Instan, Relokasi Pedagang Jalan Vihara ke Pasar Wage Purwokerto Berlangsung Humanis

Ia menilai, momentum penataan ini sangat tepat karena dilakukan menjelang akhir bulan Ramadan dan akan dilanjutkan setelah Lebaran, sehingga tidak terlalu mengganggu aktivitas perdagangan.

"Ini momentum yang baik, dilakukan di waktu yang tepat, setelah puasa dan penataan dilakukan usai Lebaran," jelasnya.

Dari sisi jumlah, Toha memperkirakan total pedagang yang tergabung dalam P3W berkisar antara 770 sampai 2000 orang.

Meski demikian, para pedagang tetap berharap penataan ini dapat membawa dampak positif bagi keberlangsungan Pasar Wage ke depan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.