Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Pernah Janjikan USD 1 Miliar untuk Board of Peace
M Zulkodri March 23, 2026 10:03 AM

BANGKAPOS.COM--Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tidak pernah menjanjikan dana sebesar 1 miliar dolar AS untuk Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Penegasan itu disampaikan untuk meluruskan isu yang berkembang terkait posisi Indonesia dalam forum tersebut.

Prabowo menyebut pemerintah sejak awal tidak pernah membuat komitmen finansial apa pun kepada Amerika Serikat terkait keikutsertaan dalam Board of Peace.

 “Jadi, kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dollar,” ujar Prabowo, dalam diskusi bersama para jurnalis dan pakar, dikutip dari rilis Badan Komunikasi (Bakom) RI pada Sabtu (21/3/2026).

Menurut dia, Indonesia juga tidak tercatat dalam pertemuan founding donors yang digelar pada 19 Februari lalu.

Ia menjelaskan, absennya Indonesia dalam forum para donor pendiri itu menjadi bukti bahwa pemerintah tidak ikut dalam skema penyetoran dana yang disebut-sebut mencapai 1 miliar dolar AS.

“Tidak, tidak pernah. Dalam pertemuan di Washington pada 19 Februari lalu, itu adalah pertemuan founding donors. Mereka masing-masing menyumbang, mungkin ada yang lebih besar. Tetapi, Indonesia tidak ada di situ. Karena sejak awal, saat ditanya, saya tidak berkomitmen soal uang sama sekali,” ujar Prabowo.

Sikap Indonesia, kata Prabowo, sejak awal lebih diarahkan pada kontribusi non-finansial.

Dalam keterangannya, Prabowo menegaskan Indonesia bersedia ambil bagian dalam Board of Peace jika kontribusinya berupa pengiriman pasukan perdamaian, khususnya untuk membantu menjaga keamanan warga Gaza.

Menurut dia, komitmen Indonesia lebih menitikberatkan pada peran kemanusiaan dan dukungan terhadap upaya perdamaian, bukan dalam bentuk iuran atau sumbangan dana besar.

“Kita menyatakan siap mengirim pasukan perdamaian sesuai kebutuhan,” ucap Prabowo.

Selain itu, Prabowo menyatakan pemerintah akan terus mencermati perkembangan situasi di Gaza.

Indonesia, lanjutnya, terbuka untuk mempertimbangkan kontribusi lanjutan apabila proses gencatan senjata berhasil tercapai dan tahap pembangunan kembali wilayah tersebut mulai berjalan.

Ia menambahkan, Indonesia sebelumnya juga telah menunjukkan dukungan kemanusiaan bagi Palestina melalui berbagai bantuan, termasuk pembangunan fasilitas kesehatan dan penyaluran bantuan lewat lembaga seperti Baznas.

 “Kalau gencatan senjata berhasil dan pembangunan dimulai, bukan tidak mungkin Indonesia ikut serta. Kita punya Baznas, dan sebelumnya juga sudah membangun rumah sakit serta berbagai bantuan lainnya di sana,” ujar dia. 

Dengan penegasan ini, Prabowo memastikan tidak ada komitmen pembayaran apa pun dari Indonesia sebagai anggota Dewan Perdamaian.

Pemerintah, menurutnya, tetap berpegang pada prinsip kontribusi yang realistis, sesuai kebutuhan, dan berpihak pada misi kemanusiaan.

“Tidak ada komitmen sama sekali,” tegas Presiden RI.

Sumber : Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.