Iran Ancam Serang Infrastruktur Energi Negara Teluk, Ketegangan dengan AS Memanas
Faisal Zamzami March 23, 2026 10:36 AM

 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengancam akan menyerang infrastruktur energi dan pembangkit listrik di negara-negara Teluk.

Ancaman ini disampaikan sebagai respons atas pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya mengancam akan membombardir fasilitas listrik Iran.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa setiap serangan terhadap fasilitas energi Iran akan dibalas dengan menghancurkan infrastruktur vital di kawasan tersebut.

“Jika pembangkit listrik dan infrastruktur kami diserang, maka seluruh infrastruktur energi dan minyak di kawasan akan menjadi target sah dan akan dihancurkan secara permanen,” ujar Ghalibaf melalui pernyataan yang dikutip dari Al Jazeera.

Ancaman Picu Kekhawatiran Krisis Energi

Ghalibaf juga memperingatkan bahwa eskalasi konflik dapat memperpanjang krisis minyak global.

Ia menyebutkan bahwa serangan balasan Iran berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dalam jangka panjang.

Situasi ini semakin diperparah dengan kondisi di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital dunia.

Iran sebelumnya disebut telah membatasi akses jalur tersebut sejak akhir Februari, meski pemerintah Iran menyatakan bahwa selat itu tetap terbuka, kecuali bagi Amerika Serikat dan sekutunya.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa negaranya tidak menutup jalur tersebut sepenuhnya.

“Selat ini terbuka untuk semua pihak kecuali mereka yang melanggar wilayah kami,” ujarnya.

Baca juga: 303 Warga Israel Jadi Korban Dalam Serangan Rudal Iran Dalam 24 Jam Terakhir di Berbagai Lokasi

Iran Tuduh AS dan Israel Picu Ketegangan

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa gangguan pelayaran yang terjadi bukan disebabkan oleh Iran, melainkan akibat ketakutan perusahaan asuransi terhadap potensi perang.

Ia juga menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang memicu ketegangan di kawasan.

IRGC Ancam Tutup Total Selat Hormuz

Sementara itu, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) memperingatkan bahwa mereka akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz jika ancaman serangan terhadap Iran benar-benar dilakukan.

Dalam pernyataannya, IRGC juga menyebut perusahaan-perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan AS akan menjadi target jika konflik meningkat.

Konflik Meluas di Kawasan

Dalam beberapa pekan terakhir, Iran telah melancarkan serangan drone dan rudal ke sejumlah wilayah, termasuk Israel, Yordania, Irak, dan beberapa negara Teluk.

Teheran mengklaim serangan tersebut menargetkan aset militer AS.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyerukan kepada negara-negara lain untuk bergabung dalam aliansi melawan Iran.

Ia menuduh Iran menyerang warga sipil dan memiliki kemampuan serangan jarak jauh hingga ke Eropa.

Potensi Eskalasi Besar

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa konflik yang telah berlangsung selama beberapa minggu ini berpotensi meningkat menjadi krisis regional yang lebih luas.

Situasi ini juga memicu kekhawatiran akan dampak besar terhadap stabilitas energi global.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.