Taufik Bilhaki Tak Mungkin Bela Jokowi Mati-matian jika Ijazahnya Palsu: Kita Rasional, Takut Dosa
Facundo Chrysnha Pradipha March 23, 2026 12:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Bang Bill atau Taufik Bilhaki mengatakan bahwa dirinya tidak mungkin membela eks Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi) jika ijazah yang selama ini dipermasalahkan palsu.

Adapun, Bang Bill merupakan pemilik kanal YouTube Bang Bill Offside yang melaporkan ijazah S2 dan S3 Rismon Sianipar di Universitas Yamaguchi, Jepang, palsu.

Adapun, ijazah Jokowi itu dituding palsu oleh Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa yang sebelumnya melakukan penelitian terhadap ijazah Jokowi, bahkan mereka sampai membuat buku Jokowi's White Paper soal penelitian ijazah eks presiden tersebut

Mereka bertiga pun telah ditetapkan sebagai tersangka kasus ijazah dan masuk klaster pertama. Namun, Rismon kini telah berbeda haluan dengan menyebut ijazah Jokowi asli dan menyatakan penelitiannya sebelum ini terdapat kekeliruan.

Bahkan, Rismon menyampaikan permohonan maaf kepada Jokowi dan mengunjungi rumah eks presiden tersebut di Solo, dia kemudian mengajukan Restorative Justice (RJ), tetapi hingga kini belum ada surat resmi SP3 atau Surat Perintah Penghentian Penyidikan dari Polda Metro Jaya.

Bang Bill pun menegaskan bahwa dirinya dan kawan-kawan lainnya yang percaya ijazah Jokowi asli tidak akan bisa dipaksa untuk percaya dengan penelitian yang menyebutkan ijazah Jokowi palsu.

“Tidak ada argumentasi yang membuat kita tercerahkan. Sampai dengan detik ini tidak ada satupun penjelasan dari Rismon, Tifa, dan Roy, yang membuat kita merasa, 'Oh, iya ya, ijazahnya Pak Jokowi palsu', itu enggak ada,” tegasnya, dikutip dari YouTube Bang Bill Offside, Senin (23/3/2026).

Bang Bill juga memastikan tidak akan lewat dari 30 persen manusia di Indonesia yang percaya ijazah Jokowi palsu.

“Kenapa aku bilang begini? Karena aku sudah ketemu dengan orang-orang yang enggak tampil di YouTube, enggak tampil di media sosial, akademisi, praktisi, orang biasa, orang apa, mereka bilang ‘Aduh, Bang, enggak masuk di akalah’, gitu,” jelas Bang Bill. 

“Belum lagi secara personal Rismon menjelaskan tentang analisa ini, analisa itu, enggak dapat, enggak bisa menggugah," paparnya.

Bang Bill pun menegaskan dia berkata demikian bukan karena semata-mata pendukung Jokowi saja. 

Baca juga: Taufik Bilhaki Ejek Penelitian Roy Suryo dan dr Tifa soal Ijazah Jokowi: Rismon Paling Hebat

"Kita juga rasional, malu-maluin, pertanggungjawabannya dunia akhirat loh, ijazahnya Pak Jokowi palsu, aku pertahankan, aku perjuangkan asli. Palsu ya tetap palsu, mau diapain tetap palsu gitu." 

"Kita juga punya Tuhan, kita juga sadar bahwa sesuatu yang salah jangan dibenarkan gitu. Kita tahu, takutlah sama dosa kita ini,” ucap Bang Bill.

Bang Bill Sebut Penelitian Roy Suryo dan dr Tifa Asal-asalan

Selain itu, Bang Bill menyebut penelitian Roy Suryo dan dr Tifa soal ijazah Jokowi hanyalah analisa asal-asalan.

"Roy Suryo dan juga Tifa itu asal-asal dia punya analisa tentang ijazahnya Pak Jokowi,” katanya.

Namun, menurut Bang Bill, sekarang ini orang yang paling hebat dalam melakukan penelitian ijazah Jokowi adalah Rismon.

Pasalnya, Rismon kini sudah mengakui bahwa penelitiannya terdahulu soal ijazah Jokowi ada kekeliruan dan dia mau mengakuinya.

“Yang paling hebat dalam menganalisa ijazahnya Pak Jokowi itu adalah Rismon Sianipar yang hari ini sudah lempar handuk (menyerah atau angkat tangan), kan gitu,” ujarnya.

Adapun, setelah mengunjungi rumah Jokowi di Solo, Rismon menyatakan penelitiannya keliru dan sebagai peneliti yang independen serta bertanggung jawab, dia harus mengakui kesalahan tersebut.

"Sebagai peneliti independen dan bertanggung jawab, tidak bias, tidak ada kaitan dengan afiliasi politik apapun, maka seorang peneliti itu harus bisa menyatakan kesalahannya dan mengoreksi hasilnya sendiri, bila peneliti lain tidak mengoreksinya atau tidak mampu mengoreksinya," ungkapnya setelah bertemu Jokowi di Solo, Kamis (12/3/2026), dikutip dari YouTube iNews.

Rismon juga menegaskan lagi tindakannya ini tidak dipengaruhi oleh siapapun.

"Sebagai peneliti independen yang bebas terhadap pengaruh siapapun, ini saya garis bawahi, pengaruh siapapun, hanya berdasarkan objektivitas penelitian dan hasil temuan baru saya, saya nyatakan bahwa memang ada itu watermark dan embos," tegas Rismon.

Dalam kasus ijazah palsu Jokowi ini, Polda Metro Jaya sebelumnya telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka terkait tudingan ijazah palsu.

Para tersangka dibagi dalam dua klaster. Klaster pertama terdiri dari lima orang, yakni Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah.

Namun, status tersangka terhadap Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis telah dicabut setelah keduanya lebih dulu mengajukan penyelesaian melalui RJ.

Sementara klaster kedua terdiri dari tiga orang, yakni Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, serta Tifauziah Tyassuma yang juga dikenal sebagai dr Tifa.

Kemudian kini Rismon juga mengajukan RJ atas kasus ijazah ini.

Adapun, saat ini berkas RJ yang diajukan Rismon itu sudah dikirimkan ke Polda Metro Jaya oleh kubu Jokowi untuk diproses.

Proses pemberkasan dilakukan setelah Jokowi sebagai pelapor menyetujui penyelesaian perkara melalui RJ.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin menjelaskan penyidik telah menerima permohonan RJ tersebut dan kini berperan sebagai fasilitator dalam proses penyelesaian perkara melalui pendekatan keadilan Restoratif.

Restorative justice sendiri merupakan pendekatan penyelesaian perkara pidana yang mengedepankan dialog, mediasi, serta upaya pemulihan hubungan antara pelaku dan pihak yang dirugikan. 

Mekanisme ini bertujuan mencapai keadilan yang seimbang dengan mengutamakan perdamaian serta pemulihan keadaan, bukan semata-mata hukuman.

(Tribunnews.com/Rifqah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.