TPNPB Berulah di Hari Kedua Lebaran, 2 TNI Gugur saat Kontak Tembak di Papua
Darwin Sijabat March 23, 2026 02:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM - Suasana khidmat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah Papua Barat Daya berubah mencekam. 

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang berafiliasi dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) kembali melancarkan aksi teror di tengah perayaan lebaran hari kedua, Minggu (22/3/2026).

Kontak senjata sengit meletus di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat. 

Insiden berdarah ini mengakibatkan dua prajurit terbaik TNI AL yang tengah tergabung dalam Satgas Operasi Habema dilaporkan gugur saat menjalankan tugas negara.

Kabupaten Maybrat, yang dikenal sebagai "Bumi A3" (Aifat, Aitinyo, Ayamaru), merupakan wilayah pemekaran dari Kabupaten Sorong sejak 2009. 

Dengan pusat pemerintahan di Kumurkek, distrik Aifat memang kerap menjadi titik panas stabilitas keamanan karena kontur geografisnya yang menantang.

Pasca-insiden tersebut, aparat TNI langsung mengambil langkah cepat dengan meningkatkan eskalasi pengamanan di titik-titik yang dinilai rawan.

Langkah itu untuk mencegah serangan susulan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat sipil yang masih dalam suasana hari raya.

Indikasi Pelaku Mulai Terkuak

Pihak TNI mengonfirmasi bahwa mereka telah mengantongi indikasi awal mengenai kelompok mana yang bertanggung jawab atas penyerangan di Aifat Selatan tersebut. 

Baca juga: OTK Teror Ruang Kelas di Yahukimo Papua, 1 Pekerja Sekolah Tewas Diserang

Baca juga: Pemudik Jambi Hati-hati Macet, Ini Prediksi 3 Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Kendati demikian, otoritas militer masih melakukan verifikasi mendalam untuk memastikan akurasi data di lapangan sebelum melakukan tindakan pengejaran lebih lanjut.

“Kami sudah memiliki dugaan, tetapi akan disampaikan setelah data benar-benar akurat,” tegas Slamet dalam keterangan resminya.

Slamet juga menekankan bahwa gugurnya dua prajurit tersebut tidak akan menyurutkan semangat juang aparat di lapangan. 

Sebaliknya, peristiwa ini justru memperkuat sinergi antara TNI dan Polri dalam menjaga kedaulatan di Provinsi Papua Barat Daya.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas gugurnya dua prajurit TNI AL yang sedang menjalankan tugas dalam Satgas Operasi Habema,” imbuhnya menutup pernyataan.

TNI Tingkatkan Kewaspadaan 

Komandan Korem 181/Praja Vira Tama, Brigjen TNI Slamet Riyadi, menyampaikan bahwa pihaknya kini memperketat pengawasan sekaligus memperkuat pemetaan daerah berpotensi konflik.

“Kami telah meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemetaan terhadap wilayah rawan guna mengantisipasi gangguan keamanan ke depan,” ujarnya saat ditemui di RSAL Dr. R. Oetojo, Sorong.

Selain itu, koordinasi lintas satuan juga terus diintensifkan, termasuk dengan Satgas Operasi Habema yang melibatkan unsur Batalion Marinir 10.

Pembagian wilayah operasi disebut menjadi kunci untuk mempercepat respons terhadap setiap ancaman di lapangan.

“Dengan sistem pembagian sektor, setiap potensi gangguan dapat segera ditangani oleh satuan yang bertugas di area tersebut,” jelasnya.

TNI juga tengah mempertimbangkan langkah tambahan berupa penambahan maupun pergeseran personel untuk memperkuat pengamanan.

Upaya penguatan intelijen turut menjadi fokus, dengan mengandalkan informasi dari masyarakat serta jaringan intelijen yang ada.

Baca juga: Cek Jadwal Diskon Tarif Tol 30 Persen dari Jasa Marga Agar Hemat Balik ke Jambi

Baca juga: Sekolah di Kota Jambi Kembali Aktif 30 Maret 2026 Usai Libur Lebaran

Baca juga: Pemudik Jambi Hati-hati Macet, Ini Prediksi 3 Puncak Arus Balik Lebaran 2026

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.