TRIBUNTRENDS.COM - Pelaku pembunuhan Dewhinta Anggary, yakni Rashad Fouad Tareq Jameel, sempat berencana melarikan diri ke negara asalnya di Irak usai melakukan aksinya.
Namun sebelum itu, ia disebut berniat bersembunyi sementara di wilayah Sumatera sambil menunggu situasi mereda.
Informasi tersebut disampaikan oleh penyidik dari Polda Metro Jaya, AKP Fechy J. Ataupah, pada Senin (23/2/2026).
Upaya pelarian Fuad akhirnya terhenti setelah polisi berhasil menangkapnya di dalam sebuah bus di ruas Tol Tangerang-Merak.
Penangkapan itu terekam dalam video yang kemudian beredar di kalangan media.
Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat duduk di bagian belakang sisi kiri bus, tepat di dekat jendela.
Ia mengenakan jaket hitam dengan penutup kepala dan tampak bersandar di kursi sambil memainkan ponselnya.
Aparat kemudian mengamankan pelaku tanpa perlawanan di lokasi tersebut.
Penangkapan ini sekaligus menggagalkan rencana pelarian tersangka ke luar negeri. Kasus ini pun kini ditangani lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Baca juga: Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Bisa Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
Dalam video penangkapan yang diterima Kompas.com, tampak pelaku mulanya duduk di sisi kiri belakang bus yang bersebelahan langsung dengan jendela.
Pelaku mengenakan jaket hitam dengan penutup kepala, bersandar pada kursi merah sambil bermain ponsel.
Petugas lantas menaiki bus dan langsung menghampiri pelaku.
“Heh turun! Fuad kan?” tanya polisi.
Beberapa penumpang yang semula tertidur tampak membuka mata saat mendengar suara polisi itu.
“Namamu siapa? Fuad kan? Sini, sini turun,” katanya sambil membungkuk untuk berbicara dengan Fuad.
Tak lama Fuad digiring turun dari bus menuju mobil polisi.
Baca juga: Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Bisa Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
Penemuan bermula saat ibu dan adik korban hendak membangunkannya.
Karena tidak ada respons, sang adik mencoba masuk melalui jendela yang terbuka dan menemukan korban telah meninggal.
"Korban ditemukan meninggal dunia di lantai dengan kondisi di lantai dan kasur terdapat darah mengering,” ujar Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy, dalam keterangannya, Sabtu.
Menurut keterangan keluarga, Fuad yang merupakan warga negara Irak sempat beberapa kali terlihat di sekitar lokasi rumah korban sehari sebelum kejadian.
Jenazah korban sempat dibawake RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan otopsi sebelum dimakamkan di TPU Pondok Ranggon.
(TribunTrends.com/Kompas.com)