Pemuda Kristen Kabupaten Kupang Matangkan Prosesi Paskah 2026, Tekankan Aksi Sosial dan Persaudaraan
Eflin Rote March 24, 2026 11:19 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Alexandro Novaliano Demon Paku

POS-KUPANG. COM, OELAMASI - Semangat kebangkitan dan persaudaraan mulai terasa di Kabupaten Kupang menjelang perayaan Paskah 2026. 

Panitia pelaksana bersama pemuda Kristen menggelar pertemuan teknis (technical meeting) guna mematangkan seluruh rangkaian prosesi yang akan mencapai puncaknya pada 7 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Kupang, Senin (23/3/2026), ini tidak hanya membahas kesiapan teknis, tetapi juga menegaskan bahwa Paskah tahun ini harus menjadi momentum perubahan, baik secara spiritual maupun sosial.

Ketua Panitia, Robby Radja, mengatakan esensi Paskah tidak boleh berhenti pada seremoni keagamaan semata, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat.

“Sabtu kemarin kami sudah melaksanakan pengobatan gratis di GMIT Ebenhaezer Tarus Barat. Awalnya kami perkirakan 500 orang, tetapi yang dilayani mencapai 800 orang. Puji Tuhan semuanya berjalan lancar,” ujarnya.

Selain layanan kesehatan gratis, panitia juga menyiapkan sejumlah kegiatan sosial lainnya, seperti aksi pembersihan pantai di Pantai Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, serta penanaman pohon sebagai upaya menjaga lingkungan pesisir.

Menurut Robby, keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI/Polri hingga organisasi kepemudaan seperti karang taruna.

Baca juga: Arus Mudik Lebaran 1447 H di Kabupaten Kupang Aman dan Lancar, Polres Kupang Lakukan Pengamanan

Ia juga menambahkan, para peserta tidak hanya dipersiapkan secara fisik, tetapi juga secara spiritual melalui malam refleksi guna membangun kesiapan iman.

“Seluruh kegiatan ini harus murni untuk memuliakan Tuhan, tanpa kepentingan lain,” tegasnya.

Sementara itu, Seksi Prosesi, Richard Ratu Leba, menyebutkan hingga saat ini tercatat 16 peserta yang akan terlibat dalam prosesi, serta tujuh peserta partisipan untuk puji-pujian.

Untuk menjaga kekhidmatan, panitia menetapkan sejumlah aturan bagi peserta, di antaranya larangan merokok, menjaga etika komunikasi, serta menciptakan suasana hening sepanjang prosesi berlangsung.

Panitia juga telah memetakan rute secara detail dan membatasi kendaraan besar agar tidak masuk dalam barisan prosesi guna menghindari kemacetan.

Di sisi lain, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kupang, Pdt. Doddy Oktavianus, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kupang terhadap kegiatan keagamaan dan kepemudaan.

Menurutnya, prosesi Paskah ini menjadi jembatan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

“Momentum ini harus mendorong kedewasaan iman. Paskah bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi juga transformasi perilaku serta penguatan toleransi antarumat beragama,” katanya.

Panitia pun mengajak masyarakat dan insan pers untuk turut menyebarkan pesan positif dari rangkaian kegiatan ini, sehingga Paskah Pemuda Kristen 2026 dapat memberi dampak berkelanjutan bagi pembangunan Kabupaten Kupang. (nov)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.