TRIBUNJATIM.COM - Pemudik asal Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah malah tersesat di kawasan hutan pada malam hari, Senin (23/3/2026).
Mudik yang semula berlangsung lancar kini berubah menegangkan.
Pemudik itu adalah Arif Irawan (37) bersama istri dan anaknya.
Mereka tersesat di kawasan hutan setelah nekat mengikuti jalur alternatif.
Jalur itu direkomendasikan aplikasi peta demi memangkas waktu tempuh menuju Kabupaten Pekalongan.
Baca juga: Dua Pendaki Tersesat di Bukit Klotok Kediri Gara-gara Ambil Jalur Pintas
Kapolsek Bodeh Iptu Santosa mengungkapkan, pihaknya menerima laporan dari pemudik yang mengalami kesulitan di tengah hutan.
“Awal diketahui, pemudik itu meminta bantuan call center 110 dan kami pun langsung bergegas mendatangi lokasi untuk mengevakuasi saudara Arif bersama istri dan anaknya,” kata Santosa melalui keterangan resminya pada Senin (23/3/2026).
Setelah ditemukan, Arif dan keluarganya langsung dibawa ke rumah perangkat desa setempat untuk beristirahat.
Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Sepeda motor yang digunakan korban sempat tertinggal di lokasi karena kondisi jalan yang sulit dilalui.
“Personel Polsek Bodeh bersama warga mengevakuasi sepeda motor milik saudara Arif yang masih berada di kawasan hutan, mengingat kondisi jalan yang berlumpur karena selesai hujan,” katanya.
Setelah kondisi membaik, Arif dan keluarga kemudian diantar oleh polisi hingga sampai ke tujuan di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Dilansir dari Kompas.com, Arif menjelaskan bahwa awalnya ia telah mengetahui rute utama menuju Pekalongan melalui jalur provinsi dari pertigaan Kecamatan Bantarbolang.
Namun, ia tergoda menggunakan jalur alternatif yang ditampilkan aplikasi peta karena dianggap lebih cepat.
“Namun saat mengecek lewat aplikasi peta, kami tertarik untuk menggunakan jalur lainnya melalui jalan Desa Pabuaran, Kecamatan Bantarbolang, untuk memangkas jarak sekitar 4 kilometer,” ujar Arif.
Setelah sempat beristirahat dan menunaikan ibadah di Desa Pabuaran, Arif melanjutkan perjalanan melalui jalur tersebut hingga memasuki kawasan hutan dan perbukitan.
“Namun ketika akan memutar balik, tiba-tiba hujan turun sehingga sepeda motor selip dan terjebak pada jalan yang berlumpur,” ungkap Arif.
Dalam kondisi terjebak di tengah hutan, Arif akhirnya mencoba menghubungi layanan darurat kepolisian.
“Ada sinyal telepon meskipun kami berada di kawasan hutan, selanjutnya kami hubungi Call Center 110 untuk meminta bantuan,” katanya.
Respons cepat dari pihak kepolisian akhirnya menyelamatkan Arif dan keluarganya dari situasi berbahaya tersebut.
Niat mengambil jalan pintas, dua pendaki tersesat di kawasan Bukit Klotok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (29/12/2025) malam.
Kedua pendaki memang belum mengenal medan dengan baik.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri, Joko Ariyanto, menjelaskan, laporan awal diterima melalui layanan darurat 112 sekitar pukul 20.04 WIB.
Laporan dua pendaki tersesat tersebut masuk ke Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri sebagai laporan penyelamatan manusia.
Dua pendaki tersebut dalam kondisi selamat.
"Setelah menerima tiket laporan dari 112, petugas kami langsung melakukan verifikasi dengan menghubungi survivor untuk memastikan kondisi dan lokasi kejadian," kata Joko saat dikonfirmasi Selasa (30/12/2025).
Dari hasil komunikasi tersebut, diketahui kedua pendaki awalnya turun dari Jalur Selogajah.
Namun, karena ingin segera sampai ke bawah, mereka memutuskan mengambil jalur pintas yang dianggap lebih cepat.
"Survivor ini terburu-buru ingin turun sehingga memilih jalur pintas. Karena tidak memahami medan dan hanya mengikuti jalur yang terlihat, mereka akhirnya menemui jalan buntu di kawasan Lembah Tretes," jelasnya.
Merasa tersesat dan situasi mulai tidak aman, kedua pendaki kemudian memutuskan kembali ke titik awal di Puncak Bengkah.
Sambil bergerak kembali, mereka menghubungi layanan 112 sebagai langkah antisipasi jika kondisi darurat kembali terjadi.
Baca juga: 6 Pendaki yang Tersesat di Gunung Butak Akhirnya Ditemukan, Jalan Tak Terlihat saat Turun, Kabut
Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kota Kediri langsung bergerak menuju kawasan Bukit Klotok.
Tim pendaki dikerahkan hingga ke Pos 1 Proliman untuk berjaga sekaligus mempermudah proses pencarian.
"Kami lakukan assessment awal dan terus berkomunikasi dengan survivor agar pergerakan mereka terpantau dan evakuasi bisa dilakukan dengan aman," terang Joko.
Sekitar pukul 21.40 WIB, kedua survivor akhirnya berhasil bertemu dengan tim URC BPBD Kota Kediri dalam kondisi selamat.
Cuaca saat kejadian dilaporkan hujan ringan di sebagian wilayah Kota Kediri, namun situasi tetap terkendali.
Joko Ariyanto mengimbau masyarakat agar tidak meremehkan aktivitas di alam terbuka.
"Perlu pengetahuan yang cukup sebelum melakukan kegiatan pendakian. Jangan terburu-buru dan jangan mengambil jalur yang tidak dikenal agar kejadian serupa tidak terulang," pungkasnya.