Harga LPG 3 kilogram di Manado sebelum hingga sesudah hari raya Idul Fitri 2026 berubah-ubah.
Harga yang biasanya berada di kisaran Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per tabung, kini melonjak hingga mencapai Rp25 ribu.
Kenaikan harga ini turut disertai dengan kelangkaan stok di tingkat pengecer.
Banyak warga mengaku kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut, bahkan harus berkeliling ke beberapa kios untuk memperoleh satu tabung.
Layni, salah satu warga, mengungkapkan bahwa dirinya harus mencari gas sejak pagi namun belum berhasil mendapatkannya.
“Sudah ke tiga tempat, semuanya kosong. Kalau ada pun harganya sudah Rp25 ribu,” ujarnya.
Menuru Layni, kondisi ini membuat sebagian masyarakat terpaksa beralih ke bahan bakar alternatif seperti kayu bakar atau kompor listrik untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Hal ini tentu menambah beban bagi warga, terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah yang sangat bergantung pada elpiji bersubsidi.
Warga berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan agar harga kembali stabil dan pasokan elpiji 3 kg kembali lancar, mengingat kebutuhan tersebut sangat vital bagi kehidupan sehari-hari.
“Setengah mati sekarang pemerintah harus cari solusinya,” ungkapnya.
Pantauan tim TribunManado.co.id pada Senin (23/3/2026) siang, sejumlah warung dan kios di sepanjang Jalan RW Monginsidi hingga Jalan Sea, Kecamatan Malalayang, tampak tidak memiliki stok gas.
Beberapa tabung gas terlihat terpajang di depan kios, namun seluruhnya sudah dalam kondisi kosong.
“Habis pak,” ujar salah satu penjual.
Ia mengaku, saat ini stok gas elpiji 3 kg memang sulit didapatkan.
Tingginya permintaan masyarakat disebut menjadi penyebab utama kelangkaan tersebut.
Menurutnya, kondisi ini kerap terjadi saat momen hari besar keagamaan seperti Ramadan.
“Biasa kalau hari raya begini memang sulit cari gas,” katanya.
Tak hanya langka, harga isi ulang gas melon juga mengalami kenaikan.
Jika sebelumnya berada di kisaran Rp 25 ribu per tabung, kini naik menjadi Rp 35 ribu.
Ia menambahkan, setiap kali stok gas masuk, langsung habis dibeli warga.
Bahkan, ada pembeli yang rela menunggu di depan warung agar bisa mendapatkan gas lebih dulu.
Meski harga naik, gas elpiji tetap laris diburu masyarakat.
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi beri jaminan ketersediaan stok.
Jadi, warga Sulawesi Utara tak perlu khawatir kehabisan BBM dan LPG jelang lebaran.
Mereka memastikan distribusi energi bagi masyarakat tetap berjalan optimal selama periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Berbagai langkah pengamanan pasokan energi telah dilakukan untuk menjaga kelancaran penyaluran BBM dan LPG di seluruh wilayah Sulawesi.
Sekaligus memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah melakukan build up stock atau penambahan cadangan pasokan energi di sejumlah titik distribusi guna mengantisipasi potensi peningkatan konsumsi selama Ramadan hingga Idulfitri.
Dengan langkah ini, Pertamina Patra Niaga memastikan layanan distribusi energi kepada masyarakat tetap berlangsung secara aman, lancar, dan andal.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menjelaskan bahwa ketersediaan pasokan energi di wilayah Sulawesi dalam kondisi aman dan terus dipantau secara berkala.
“Kami juga telah melakukan build up stock sebagai langkah antisipasi terhadap peningkatan kebutuhan energi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri,” jelas Lilik dalam keterangan ke Tribunmanado.co.id, Jumat (6/3/2026).
Distribusi energi ke wilayah Sulawesi terus berlangsung secara normal dan berkelanjutan, sehingga jumlah stok tersebut akan tetap terjaga.
“Suplai dari kilang dan terminal utama terus berjalan secara rutin, stok energi yang tersedia akan terus diperbarui sehingga ketahanannya tetap terjaga,” tambahnya.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
Katanya, distribusi energi telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
Selain itu, masyarakat diharapkan dapat menggunakan BBM dan LPG sesuai dengan peruntukannya agar distribusi energi dapat berjalan lebih tepat sasaran.
Ia turut mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penimbunan BBM dan LPG. Tindakan melakukan penimbunan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum karena tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Untuk memastikan distribusi energi tetap berjalan optimal, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya.
Kolaborasi dilakukan guna menjaga kelancaran distribusi energi sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh stakeholder yang selama ini terus bersinergi bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi," kata Lilik. (Fer/Pet/Ndo)
Baca juga: 2 Pangkalan LPG 3 Kilogram di Bolmong Dapat Peringatan Keras, Langgar Aturan Penjualan