Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Antrean truk pengangkutan barang terlihat mengular di SPBU Ale-Ale, Kawasan Abepura, Kota Jayapura. Dalam kondisi tersebut, waktu dua jam menjadi penentu bagi para sopir untuk bisa mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.
SPBU bernomor 83.991.01 ini merupakan salah satu titik pengisian BBM yang cukup padat di wilayah Abepura. Tingginya kebutuhan solar bagi kendaraan logistik membuat antrean truk hampir terjadi setiap hari, terutama pada jam-jam sibuk.
Berdasarkan pantauan Tribun-Papua.com di lokasi, antrean truk sudah terlihat sejak pagi hari. Sejumlah kendaraan berat berjejer rapi menunggu giliran pengisian, sementara antrean terus bertambah seiring datangnya kendaraan baru.
Dalam praktiknya, sopir hanya diberikan waktu sekitar dua jam untuk tetap berada dalam antrean. Jika dalam kurun waktu tersebut belum mendapatkan giliran, maka kendaraan diminta keluar dan tidak dapat melanjutkan antrean.
Baca juga: BMP RI Papua Tengah Kecam Aksi Kekerasan TPNPB-OPM di Maybrat
Bagi para sopir, waktu dua jam tersebut menjadi penentu utama. Mereka harus memastikan posisi antrean cukup dekat agar bisa mendapatkan giliran sebelum batas waktu berakhir.
Seorang sopir truk mengatakan dirinya harus datang lebih awal untuk menghindari antrean panjang.
“Kalau tidak datang dari pagi, biasanya sulit dapat. Dua jam itu cepat sekali, Kami hanya dilayani jam 17 WIT atau 18 WIT, kalau mulai jam 17 berarti hingga pukul 19 00 WIT, jadi harus kejar waktu dan harus sudah dekat dengan pompa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sedikit keterlambatan saja bisa membuat mereka kehilangan kesempatan untuk mengisi solar.
Tingginya jumlah kendaraan yang datang membuat tidak semua sopir bisa terlayani dalam waktu yang ditentukan. Akibatnya, sebagian harus meninggalkan antrean tanpa mendapatkan BBM.
Baca juga: Mimika Masuki Pancaroba, Warga dan Nelayan Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem
“Sudah antre lama, tapi belum sampai giliran, waktu sudah habis. Terpaksa harus keluar,” kata sopir lainnya.
Kondisi ini membuat sebagian sopir harus mencoba kembali di hari berikutnya atau mencari SPBU lain.
Antrean truk yang panjang juga terlihat meluas hingga ke badan jalan umum. Hal ini menyebabkan ruang jalan menjadi lebih sempit dan memperlambat arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Pengendara lain yang melintas harus mengurangi kecepatan saat melewati area tersebut, terutama ketika antrean sedang padat.
Baca juga: Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua: Pembangunan Markas TNI di Biak Memicu Konflik Agraria
Bagi sopir angkutan barang, keterlambatan mendapatkan solar berdampak langsung pada aktivitas kerja. Mereka harus menunda perjalanan karena kendaraan tidak dapat beroperasi tanpa bahan bakar.
“Kalau tidak dapat solar, kami tidak bisa jalan. Jadi pekerjaan ikut tertunda,” ujar seorang sopir.
Selain itu, waktu tunggu yang panjang juga membuat jam kerja berkurang karena sebagian waktu dihabiskan untuk mengantre.
Petugas SPBU yang ditemui Tribun-Papua.com di lokasi menyebutkan bahwa pelayanan tetap berjalan seperti biasa. Namun, tingginya jumlah kendaraan, khususnya truk, membuat antrean sulit dihindari.
Ia menjelaskan bahwa proses pengisian solar untuk kendaraan besar membutuhkan waktu lebih lama, sehingga antrean terlihat lebih panjang.
“Truk memang butuh waktu lebih lama saat pengisian, jadi antrean terlihat panjang,” ujarnya.
Baca juga: Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua: Pembangunan Markas TNI di Biak Memicu Konflik Agraria
Para sopir berharap ke depan kondisi antrean dapat lebih tertata sehingga mereka memiliki peluang yang lebih pasti untuk mendapatkan BBM.
Mereka menginginkan agar waktu antrean yang terbatas tidak menjadi penghalang bagi kendaraan yang sudah menunggu sejak lama.
“Kami berharap kalau sudah antre, bisa tetap dapat giliran,” kata salah satu sopir.
Hingga saat ini, aktivitas pengisian BBM di SPBU Ale-Ale Abepura masih berlangsung dengan sistem pembatasan waktu antrean bagi kendaraan truk. Waktu dua jam yang diberlakukan menjadi faktor penentu bagi sopir untuk mendapatkan solar di tengah tingginya kebutuhan BBM di Kota Jayapura.(*)