Malangnya Nasib Ratusan Burung Kicau Asal NTT, Hendak Diselundupkan ke Surabaya
Januar March 24, 2026 05:14 PM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pulau Jawa masih menjadi pasar terbesar perdagangan ilegal burung kicau. Pelaku meraup keuntungan dengan memenuhi permintaan tanpa mempertimbangkan keseimbangan alam.

Ratusan burung kicau itu diselundupkan dengan cara memprihatinkan. Mereka dijejalkan ke dalam kandang sempit dan disembunyikan di balik tumpukan logistik di dalam truk, tanpa ruang gerak dan perawatan layak.

Kasus terbaru adalah upaya penyelundupan 209 ekor burung asal Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Rabu (19/3) dini hari. Ratusan burung itu terdiri atas 206 ekor burung kacamata biasa, dengan 189 dalam kondisi hidup dan 17 mati, serta tiga ekor ayam hutan hijau yang terdiri dari satu jantan dan dua betina. Selain itu, dua ayam hutan hijau betina mengalami luka di bagian kepala.


Pengungkapan dilakukan petugas gabungan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur dan Polairud. Satwa tersebut ditemukan tersembunyi di balik tumpukan logistik di dalam truk yang diangkut kapal KM Dharma Rucitra VII dari NTT.

Baca juga: KBS Digeledah Kejati Jatim: Manajemen Jamin Perawatan Satwa Tetap Prioritas dan Operasional Normal

Kepala Seksi KSDA Wilayah III BBKSDA Jatim, Sumpena, menjelaskan jenis yang diamankan tidak termasuk satwa dilindungi maupun Appendix CITES. Meski begitu, peredaran tanpa dokumen resmi tetap melanggar aturan.

“Koordinasi dilakukan secara nasional. Tim di NTT lebih dulu memberikan informasi, lalu kami tindak lanjuti setibanya di Tanjung Perak,” ujarnya saat dikonfirmasi kemarin (23/3).
 Kasus ini terungkap berkat informasi awal dari BBKSDA NTT terkait pengiriman satwa ilegal tujuan Surabaya. Informasi tersebut langsung diteruskan ke tim di Tanjung Perak sehingga petugas sudah bersiap sebelum kapal bersandar.

Berdasarkan informasi yang berhasil digali, sebelum kasus ini ditemukan, petugas sempat menemukan burung ilegal yang sengaja diturunkan di Kalianget, Madura. Lalu diangkut dengan kendaraan darat menuju Surabaya. Modus lain yang ditemukan itu menitipkan satwa di kapal barang dengan memanfaatkan kelengahan ABK. 

”Sudah mulai ada pergeseran. Mereka merasa kalau di Tanjung Perak sudah tidak aman lagi, jadi dibelokkan ke jalur lain,” ungkapnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.