BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Bangka Belitung, Boy Yandra, mengingatkan masyarakat akan potensi risiko krisis air jika tidak dikelola secara bijak dan berkelanjutan.
Peringatan tersebut disampaikan bertepatan dengan momentum Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret. Menurut Boy, peringatan ini menjadi pengingat pentingnya air bagi kehidupan serta perlunya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.
“Jadi di sini kita melihat Hari Air Sedunia ini yang pertama dapat meningkatkan kesadaran tentang air bagi kehidupan kita,” kata Boy Yandra, Selasa (24/3/2026).
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dengan berhemat dan menghindari pemborosan.
Selain itu, ia juga berharap masyarakat dapat mengelola air secara berkelanjutan dan bertanggung jawab untuk penggunaan dan pemenuhan saat ini maupun masa depan tanpa krisis air seperti fi negara-negara lain.
“Kita harus dapat mengatasi krisis air dan perlu meningkatkan akses air bersih dan sanitasi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Lanjut dia, ada berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya krisis air. Salah satunya dengan inovasi toilet yang hemat air dengan sistem irigasi yang efisien.
“Kemudian pengelolaan air limbahnya juga perlu dipikirkan, termasuk di industri-industri,” jelasnya.
Kemudian, perlunya juga gerakan konservasi air dengan berbagai cara seperti melindungi hutan dan lahan basah yang menjadi penyumbang air bersih.
“Dengan begitu kita bisa menjaga kualitas dan kuantitas air yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Lalu, penyediaan air bersih juga dapat dilakukan dengan desalinasi air laut, pengumpulan air hujan atau penggunaan air tanah yang berkelanjutan.
Kendati demikian, sekali lagi dia menegaskan bahwa yang paling penting adalah kesadaran masyarakat untuk menghemat air dan mengelola sumber daya air secara berkelanjutan.
“Ini yang pasti dan kami berharap supaya penggunaan air dapat dilakukan secara efisien sehingga bisa membantu mengurangi resiko krisis air,” imbuhnya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)