TRIBUNTRENDS.COM - Lebaran biasanya identik dengan tradisi pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga besar. Namun, pengalaman berbeda justru dirasakan Detti Fitrianti, warga Bekasi, yang tahun ini merayakan Hari Raya Idul Fitri di Amerika Serikat.
Detti memilih terbang lebih awal ke Amerika, tepatnya ke Plano, Dallas, untuk mengunjungi anaknya yang kini menetap di sana. Keputusan ini membuatnya harus menyiapkan berbagai kebutuhan sejak jauh hari, termasuk bahan makanan khas Lebaran.
Baginya, suasana Lebaran tidak akan lengkap tanpa hidangan tradisional Indonesia. Karena itu, ia membawa sendiri bumbu-bumbu masakan dari Tanah Air, meskipun sebenarnya tersedia di sana.
Ia mengaku tidak semua merek yang biasa digunakan bisa ditemukan di Amerika. Hal inilah yang membuatnya tetap membawa persiapan dari Indonesia demi menjaga cita rasa khas.
Menjelang akhir Ramadan, dapur rumah anaknya berubah menjadi tempat penuh kenangan. Detti memasak berbagai hidangan khas Lebaran seperti rendang, opor ayam, kentang balado, sayur labu siam, hingga bakwan dan kerupuk.
Tak ketinggalan, ia juga menyiapkan lontong instan yang praktis. Semua hidangan tersebut disajikan untuk buka puasa terakhir sekaligus sebelum melaksanakan salat Idulfitri.
Aroma masakan yang familiar menjadi cara Detti menghadirkan nuansa kampung halaman meski berada ribuan kilometer dari Indonesia.
Saat mengikuti salat Idulfitri, Detti merasakan perbedaan yang cukup mencolok. Pelaksanaan ibadah di sana dibagi menjadi beberapa sesi karena jumlah jemaah yang banyak dan keterbatasan kapasitas masjid.
Ia juga melihat keberagaman umat Muslim dari berbagai negara, mulai dari Timur Tengah, Afrika, hingga Asia. Suasana ini memberikan pengalaman baru yang tidak ia temui saat Lebaran di Indonesia.
Setelah salat, Detti dan keluarganya tidak melakukan tradisi berkeliling seperti di Indonesia. Mereka memilih kembali ke rumah untuk makan bersama, bersalaman, dan berbagi THR dalam lingkup keluarga kecil.
Meski terasa lebih sederhana, momen tersebut tetap menghadirkan kehangatan tersendiri. Di malam hari, Detti menyempatkan diri bersilaturahmi dengan keluarga di Indonesia melalui panggilan video.
Ia mengakui suasana Lebaran di Amerika tidak semeriah di Tanah Air, terutama karena tidak ada gema takbiran yang meriah. Namun, kebersamaan dengan keluarga tetap membuat perayaan terasa berarti.
Tribun Jatim | Ignatia | TribunTrends.com | Afif Muhammad