Asrama Ponpes Safinatunnaja Lombok Tengah Terbakar, Pemprov NTB Gerak Cepat Salurkan Bantuan
Laelatunniam March 24, 2026 04:19 PM

TRIBUNLOMBOK.COM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang melanda asrama putra Pondok Pesantren Safinatunnaja NW Repok Oat, Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, pada Senin (23/3/2026).

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 12.00 WITA tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik. 

Peristiwa bermula ketika salah seorang santri melihat kobaran api muncul dari dalam salah satu kamar asrama. Dugaan sementara, api dipicu oleh korsleting listrik pada instalasi bangunan.

Melihat kondisi tersebut, santri segera membangunkan penghuni lainnya dan melaporkan kejadian kepada pengurus pondok.

Upaya pemadaman awal dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya. Namun, api dengan cepat membesar dan melahap sebagian besar bangunan asrama.

Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Lombok Tengah tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WITA dan berhasil mengendalikan serta memadamkan api secara total pada pukul 12.45 WITA.

Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, sedikitnya 150 santri terdampak akibat kebakaran tersebut.

Sebanyak 16 kamar asrama dilaporkan hangus terbakar dengan kerusakan berat, sementara 16 kamar lainnya mengalami kerusakan ringan. Selain itu, berbagai perlengkapan santri seperti kasur, pakaian, kitab, dan barang pribadi turut musnah dilalap api. Kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta.

Menanggapi kejadian ini, Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal melalui Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB selaku Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa pemerintah langsung mengambil langkah darurat.

“Arahan Bapak Gubernur jelas, kebutuhan dasar para santri harus segera terpenuhi. Kepala Dinas Sosial dan Kepala BPBD NTB telah diperintahkan untuk segera mendistribusikan bantuan,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial NTB memastikan bahwa bantuan logistik telah dikirim ke lokasi kejadian. Bantuan tersebut meliputi kasur, selimut, tenda gulung, family kit, makanan siap saji, serta makanan khusus anak.

“Alhamdulillah, dropping bantuan berjalan lancar dan sudah diterima di lokasi,” ungkap Masyhuri.

Sementara itu, Kepala BPBD NTB, Sadimin, menyatakan pihaknya juga telah menyiapkan bantuan darurat tambahan guna mendukung penanganan pasca kebakaran.

Saat ini, para santri telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman, meskipun masih membutuhkan dukungan perlengkapan dasar untuk melanjutkan aktivitas sehari-hari.

Baca Selanjutnya: Diduga korsleting listrik ponpes safinatunnaja nw repok oat hangus terbakar

Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk memastikan penanganan pasca bencana berjalan cepat, tepat, dan menyeluruh.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.