TRIBUNNEWS.COM - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melakukan silaturahmi Idulfitri 1447 H ke sejumlah tokoh bangsa.
"Sedikit serba-serbi silaturahmi di hari raya. Masih dalam suasana kemenangan, Alhamdulillah dapat bersilaturahmi Lebaran dan diterima khusus di kediaman sejumlah tokoh bangsa," bunyi keterangan di akun Instagram @sekretariat.kabinet pada Selasa (24/3/2026).
Sejumlah tokoh yang ditemui Seskab Teddy, antara lain:
1. Gubernur DKI Jakarta, Seskab RI (2015-2024), Pramono Anung.
2. Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto.
3. Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.
4. Kepala BIN 2001-2004, Jenderal TNI Purn A.M. Hendropriyono.
Teddy mendoakan agar keempat tokoh tersebut senantiasa diberikan kesehatan dan selalu dalam lindungan Allah Swt.
"Semoga beliau-beliau senantiasa diberikan kesehatan dan selalu dalam lindungan Allah Swt. Aamiin Yaa Robbal Alamin, Mohon maaf lahir dan batin," ungkapnya.
Silaturahmi Lebaran ala Presiden
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto juga melakukan silaturahmi dengan para pemimpin negara muslim melalui sambungan telepon pada Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Hal itu disampaikan oleh Seskab Teddy Indra Wijaya melalui keterangan tertulisnya pada Minggu (22/3/2026).
Baca juga: Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Nagreg Hari Ini, One Way Diberlakukan untuk Urai Macet
“Setelah bermalam takbiran di Sumatra Utara, salat Idulfitri di Aceh, serta halal bihalal bersama masyarakat di Istana Merdeka, Jakarta, dalam beberapa hari di suasana Idulfitri ini Presiden Prabowo juga melaksanakan silaturahmi melalui sambungan telepon dengan para pemimpin negara Muslim,” ujarnya.
Sejumlah pemimpin negara yang sudah ditelepon Prabowo dalam beberapa hari ini, antara lain:
1. Presiden Republik Turkiye, Recep Tayyip Erdoğan;
2. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif;
3. Raja Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II; dan
4. Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS).
Dalam waktu dekat, sambung Teddy, Prabowo masih akan melanjutkan komunikasi dengan sejumlah kepala negara lain.
“Beberapa Kepala Negara lainnya juga akan dihubungi dalam waktu dekat, menunggu konfirmasi dari masing-masing negara,” ungkapnya.
Menurut Teddy, momen silaturahmi ini bukan hanya menjadi tradisi Idulfitri, melainkan juga memiliki makna strategis dalam hubungan internasional Indonesia.
“Silaturahmi ini menjadi wujud eratnya persaudaraan dan kerja sama antar negara-negara Muslim, sekaligus memperkuat hubungan bilateral di tengah suasana penuh keberkahan,” tulis Teddy.
Ia menyebut, momen itu menjadi penegasan bahwa Indonesia tidak hanya hadir sebagai negara muslim terbesar, tetapi juga sebagai jembatan persatuan yang membawa pesan damai, kerja sama, dan harapan bagi dunia Islam.
Akhirnya, Idulfitri tak hanya sekadar perayaan, tetapi sekaligus sebagai ruang diplomasi, penguat ukhuwah, dan simbol komitmen Indonesia untuk terus merajut persatuan global.
(Tribunnews.com/Deni)