TRIBUNPADANG.COM, SIJUNJUNG – Arus balik Lebaran 2026 di sepanjang Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah hukum Polres Sijunjung, Sumatera Barat, mulai menunjukkan peningkatan volume kendaraan yang signifikan pada Selasa (24/3/2026).
Meski secara umum kondisi lalu lintas terpantau lancar dan terkendali, pihak kepolisian memberikan catatan serius terkait angka kecelakaan yang terjadi selama masa Operasi Ketupat 2026 berlangsung.
Kapolres Sijunjung melalui Kasat Lantas Polres Sijunjung, Iptu A. Agung, mengungkapkan bahwa faktor kesalahan manusia atau human error masih menjadi pemicu utama terjadinya insiden di jalan raya.
Berdasarkan data yang dihimpun Satlantas Polres Sijunjung hingga H+4 Lebaran, tercatat sebanyak tiga laporan polisi terkait kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah tersebut.
Baca juga: Petaka Galian Pasir di Danau Singkarak, Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam di Dasar Curam 20 Meter
"Dari tiga kejadian tersebut, tercatat satu orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka ringan," ujar Iptu A. Agung saat dihubungi.
Ia menjelaskan, kerugian materil yang ditimbulkan dari rentetan kecelakaan tersebut ditaksir mencapai angka Rp5.700.000, dengan melibatkan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Iptu Agung memaparkan lebih detail bahwa kecelakaan yang terjadi didominasi oleh perilaku pengendara yang tidak disiplin dalam mematuhi aturan dasar keselamatan berkendara.
Salah satu penyebab yang paling menonjol adalah kebiasaan pengendara yang memacu kendaraan melebihi batas kecepatan yang telah ditentukan, terutama di jalur-jalur rawan.
Baca juga: Update Operasi Ketupat 2026 Polres Sijunjung: 3 Kecelakaan Terjadi, Satu Nyawa Melayang di Jalinsum
"Penyebab kecelakaan didominasi oleh aksi mengebut atau melebihi batas kecepatan, serta kurangnya kewaspadaan dalam memastikan kondisi aman sebelum bermanuver," jelasnya.
Selain itu, kegagalan menjaga jarak aman antar kendaraan juga menjadi faktor krusial yang kerap memicu tabrakan beruntun atau tabrak belakang, terutama saat arus sedang padat.
Iptu Agung menekankan bahwa kondisi fisik pengemudi yang tidak prima, seperti memaksakan diri berkendara dalam keadaan mengantuk, menjadi penyumbang risiko fatalitas di jalan raya.
Oleh karena itu, pihaknya mengeluarkan imbauan keras kepada para pemudik yang tengah menempuh perjalanan balik agar selalu memeriksa kelayakan kendaraan, mulai dari rem, ban, hingga lampu.
Baca juga: Cuaca Bukittinggi Hari Ini H+3 Lebaran Berawan Seharian, Cocok Kunjungi Jam Gadang dan Ngarai Sianok
"Kami minta pengendara tidak mendahului di titik-titik berbahaya seperti tikungan tajam, tanjakan, atau pada marka jalan garis tidak terputus," tegas Kasatlantas.
Kondisi cuaca yang berubah-ubah di wilayah Sijunjung juga perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan permukaan aspal menjadi licin dan membahayakan cengkeraman ban.
Iptu Agung mengingatkan para pemudik untuk tidak ragu memanfaatkan rest area atau pos pelayanan kepolisian jika merasa lelah demi menghindari tragedi yang tidak diinginkan.
Lokasi ini disiapkan dalam rangka Operasi Ketupat 2026 yang resmi dimulai pekan ini.
Persiapan matang ini diawali dengan Apel Gelar Pasukan yang digelar di Lapangan Mapolres Sijunjung, Kamis (12/3/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Kapolres Sijunjung, AKBP Willian Harbensyah memimpin langsung jalannya apel tersebut.
Ia memastikan seluruh personel dan sarana pendukung sudah dalam posisi siap siaga.
Setidaknya ada dua jenis pos yang disiagakan pihak kepolisian untuk melayani masyarakat, yakni Pos Pelayanan (Posyan) dan Pos Pantau.
Lokasi pertama yang menjadi titik krusial adalah Posyan Terminal Kiliran Jao.
Baca juga: Jadwal One Way Padang-Bukittinggi Hari Ini Selasa 24 Maret 2026, Cek Rute dan Jam Pemberlakuan
Kawasan ini dikenal sebagai urat nadi transportasi yang menghubungkan arus kendaraan dari berbagai provinsi di Sumatera.
Selanjutnya, polisi juga menyiagakan Posyan Jalinsum Palangki.
Pos ini diharapkan menjadi tempat istirahat dan pusat informasi bagi pemudik yang melintasi Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum).
Tak hanya pos pelayanan, Polres Sijunjung juga mendirikan dua titik pengawasan tambahan.
Pertama adalah Pos Pantau di depan Gedung DPRD Sijunjung.
Baca juga: Pariaman Barayo 2026 Fokus Kenyamanan Wisatawan, Pemko Siagakan Pos Pengamanan di Titik Ramai
Titik kedua yang tidak kalah penting adalah Pos Pantau Simpang 3 Tanjung Ampalu.
Lokasi ini seringkali mengalami peningkatan volume kendaraan saat musim libur Lebaran.
Operasi Ketupat 2026 di wilayah Sijunjung ini direncanakan akan berlangsung selama 13 hari penuh.
Pelaksanaan dimulai sejak 13 Maret hingga berakhir pada 25 Maret 2026 mendatang.(*)