SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Pemerintah tengah mengkaji kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) dan pembelajaran daring bagi siswa sebagai langkah strategis penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Meski wacana ini menguat, otoritas pendidikan di Sumatera Selatan (Sumsel) menyatakan masih menunggu instruksi resmi dan petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang, Affan Prapanca, mengatakan bahwa kebijakan tersebut masih dalam tahap pengkajian.
“Setahu saya, hal tersebut masih dalam pengkajian. Kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut terkait kebijakan tersebut,” kata Affan saat dikonfirmasi Tribunsumsel.com, Selasa (24/3/2026).
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Mondyaboni. Ia menyebut pihaknya masih menunggu arahan serta petunjuk teknis terkait kebijakan penghematan BBM tersebut.
Menurutnya, jika kebijakan ini diberlakukan, pihaknya akan mempertimbangkan situasi dan kondisi di wilayah Sumatera Selatan sebelum menerapkannya.
“Kita akan melihat terlebih dahulu situasi dan kondisi di Sumsel. Kami juga akan mencari opsi-opsi terbaik terkait penerapan pembelajaran daring,” kata Mondyaboni.
Ia belum memberikan komentar lebih jauh terkait rencana tersebut, karena masih menunggu kejelasan aturan yang akan dikeluarkan pemerintah, termasuk terkait kemungkinan penerapan ASN bekerja secara work from anywhere (WFA) maupun WFH.
“Belum ada opsi yang diputuskan. Kita tunggu dulu petunjuknya,” tambahnya.