Tahir Burhan Aklamasi Pimpin KKDB, Bakal Bangun Rumah Sakit di Barru Bisa Layani Pasien Cuci Darah
Sudirman March 24, 2026 06:05 PM

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tahir Burhan terpilih aklamasi sebagai Ketua Umum Kerukunan Keluarga Daerah Barru (KKDB).

Musyawarah Besar (Mubes) ke-VIII KKDB digelar di Hotel Aryaduta, Makassar, Selasa (24/3/2026).

‎Sebanyak sembilan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) menyatakan dukungan kepada Tahir Burhan memimpin KKDB periode 2026-2031.

‎Kegiatan ini turut dihadiri sekitar 200 tokoh masyarakat asal Kabupaten Barru yang berdomisili diberbagai daerah di seluruh Indonesia.

‎Para peserta Mubes berkumpul di aula lantai satu Hotel Aryaduta yang berbentuk persegi panjang.

‎Mereka duduk di jajaran meja yang ditata rapi. Satu jajaran meja dengan lima kursi berada di atas podium dan ditempati oleh pimpinan sidang.

Baca juga: Mubes KKDB, Appi: Cari Tempat Paling Strategis di Makassar untuk Barru Corner

‎Pembahasan sempat berlangsung alot, khususnya terkait Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KKDB.

‎Namun, setelah berbagai saran disampaikan peserta, forum akhirnya menemukan titik temu.

Tahir Burhan menyatakan kesiapan mengemban amanah yang diberikan oleh peserta Mubes.

Secara garis besar visi kepemimpinannya adalah mengajak serta memfasilitasi anggota KKDB untuk berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Barru.

‎"Hampir 80 persen perantau kita adalah pengusaha. Jadi bagaimana kita ajak mereka bersinergi kembali membangun Barru. Masih banyak lahan produktif yang bisa dikembangkan," ujarnya.

‎Sebagai pengusaha di sektor pendidikan, Tahir mengaku berencana memulai pembangunan kampus khusus bidang kesehatan di Barru.

‎Ia juga menyebutkan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit di Barru.

Keberadaan rumah sakit sangat penting untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat, terutama mengingat jarak tempuh antara Parepare dan Makassar yang cukup jauh.

‎"Kalau terjadi kecelakaan di jalur poros Parepare-Makassar, butuh waktu lama untuk sampai ke rumah sakit. Dengan adanya fasilitas kesehatan di Barru, penanganan bisa lebih cepat," jelasnya.

Rumah sakit nantinya akan dilengkapi dengan layanan cuci darah, sehingga warga Barru tidak perlu lagi ke Makassar atau Parepare untuk mendapatkan perawatan rutin.

‎"Pasien cuci darah biasanya harus menjalani perawatan dua sampai tiga kali dalam seminggu. Ini tentu akan sangat membantu masyarakat," tambahnya.

‎Untuk pengembangan organisasi, ia mengatakan bakal membentuk kepengurusan wilayah di sejumlah provinsi di Sumatera dan Jawa.

‎Saat ini KKDB memiliki sejumlah DPW, di antaranya Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Barat Daya, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan DKI Jakarta.

‎Sebagai langkah awal, akan dilakukan pendataan di sejumlah wilayah yang akan menjadi lokasi pembentukan struktur kepengurusan.

‎"Sementara ini kita akan rintis pembentukan di Kalimantan Selatan. Banyak warga Barru di sana. Di Sumatera juga banyak, dan di Jambi sudah kita mulai. Kita akan data dulu database-nya. Sudah kita buat mandat untuk dibentuk di sana," tuturnya.

‎"Untuk database, kita bisa bekerja sama dengan pemerintah setempat. Misalnya di Jambi, kita lihat data di KTP, seperti tempat kelahiran, lalu kita lakukan pendataan lanjutan. Nanti akan ada tim yang dibentuk," lanjutnya.

‎Mubes KKDB ini dibuka langsung oleh Ketua Dewan Pembina KKDB, Aksa Mahmud.

‎Turut hadir dan menyampaikan sambutan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari serta Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.

‎Hadir pula Wakil Bupati Barru Abustam dan Ketua DPRD Barru Syamsuddin Muhiddin.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.