TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Arus balik Lebaran Idulfitri mulai melandai.
Pantauan Tribun-Timur.com, jalur selatan dari Bantaeng–Jeneponto menuju Makassar masih dipadati kendaraan.
Arus lalu lintas didominasi kendaraan roda dua dan roda empat.
Bus antarkota terlihat lebih jarang melintas.
Sebaliknya, arus dari arah Makassar ke daerah terpantau lengang.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Sulsel, Patarai GS, menyebut puncak arus balik telah terlewati.
“H+2 Lebaran kemarin memang puncaknya. Mungkin karena sebagian sudah bersiap masuk kerja. Tapi kalau pemerintahan masih WFA. Tidak macet total, hanya padat merayap. Ada beberapa ruas yang mengalami pelambatan,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).
Ia menegaskan, kemacetan total lebih dari 10 menit tidak terjadi.
Namun, perlambatan sempat terjadi di wilayah Bangkala.
Aktivitas penjual lammang dan jagung di pinggir jalan memicu kendaraan melambat.
Pengendara kerap berhenti untuk berbelanja.
Patarai memprediksi arus balik akan semakin terurai.
Hal ini dipengaruhi masa libur sekolah dan perkuliahan yang masih panjang.
Siswa dijadwalkan kembali belajar pada 30 Maret 2026.
Perkuliahan juga masih berlangsung secara daring.
“Iya, pasti akan terurai. Anak sekolah dan mahasiswa belum masuk. Jadi belum buru-buru kembali,” jelasnya.
Sementara itu, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sulsel mulai bekerja pada Rabu (25/3/2026).
Namun, sistem kerja masih menerapkan Work From Anywhere (WFA).
Kepala BKD Sulsel, Erwin Sodding, menegaskan WFA bukan berarti libur.
“Besok mulai WFA. Sama seperti sebelum Lebaran untuk semua sektor, kecuali layanan publik seperti kesehatan dan samsat,” ujarnya.
Aturan ini mengacu pada Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 2 Tahun 2026.
Kebijakan tersebut mengatur penyesuaian kerja ASN selama libur nasional dan cuti bersama.
WFA bagi ASN berlangsung pada 23 hingga 27 Maret 2026.
Erwin menegaskan, ASN tetap wajib bekerja.
Mereka harus menjalankan tugas secara profesional meski dari luar kantor.
Penggunaan jam kerja juga harus tetap efektif.
Serta mematuhi kode etik sebagai aparatur negara.
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz