Libur Lebaran 2026: Wisata Gratisan di Jateng Dibanjiri Pengunjung, Semarang Zoo Turun 20 Persen
deni setiawan March 24, 2026 11:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Disbudparekraf Jateng menyebut ada pergeseran minat wisatawan saat berkunjung ke destinasi wisata selama libur Lebaran 2026.

Dari sembilan Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang ditetapkan Pemprov Jateng, lima di antaranya mengalami penurunan pengunjung meliputi Candi Borobudur, Owabong, Baturraden, Guci, dan Taman Wisata Candi Prambanan.

Sebaliknya, empat tempat wisata lainnya seperti Kota Lama Semarang, Masjid Agung Demak, Makam Sunan Kalijaga, dan Pantai Menganti mengalami kenaikan jumlah pengunjung.

Mayoritas tempat wisata tersebut merupakan wisata gratis alias tidak dipungut tiket masuk.

Baca juga: Arus Balik Lebaran, 2.500 Kendaraan per Jam Melintas GT Banyumanik Semarang

"Penurunan jumlah pengunjung terjadi akibat adanya pergeseran preferensi wisata dari alam pegunungan ke urban dan ikon wisata."

"Lalu dari aktivitas ringan ke experience serta visual tourism," ujar Kepala Disbudparekraf Jateng, Hanung Triyono kepada Tribunjateng.com, Selasa (24/3/2026).

Hanung mengungkapkan pula faktor lain terjadinya penurunan kunjungan wisatawan yakni pengaruh klimatologi seperti perubahan cuaca dan kebencanaan.

Seperti diketahui, menjelang dan selama Lebaran sejumlah daerah di Jawa Tengah diguyur hujan deras. Sementara faktor lainnya tidak lepas dari kondisi ekonomi masyarakat.

"Adanya pergeseran daya beli masyarakat sebagai dampak dari ketidakstabilan ekonomi," bebernya.

Meskipun secara pilihan tempat wisata berubah, Hanung menyebut, secara keseluruhan angka jumlah wisatawan mengalami kenaikan selama libur Lebaran 2026 yang tercatat sebanyak 453.230 pengunjung.

Angka kunjungan tersebut berdasarkan rekap data kunjungan wisatawan pada H-7 Lebaran, 13 Maret 2026 hingga H+2 Lebaran, 23 Maret 2026.

Dibandingkan periode yang sama pada Lebaran 2025 tercatat kunjungan wisatawan ada 423.010 pengunjung.

Artinya, terdapat kenaikan jumlah wisatawan sebesar 7,14 persen di tahun ini. 

"Jika membandingkan dua hari Lebaran, H+1 dan H+2 mengalami peningkatan yang sangat signifikan, yaitu 35,24 persen," ujarnya.

Baca juga: Olah TKP Petasan Maut di Pekalongan, Polisi Temukan Sisa Mesiu dan Selongsong

Keluhan Pengelola Wisata

Bisnis and Development Semarang Zoo, Swandito Widyotomo mengakui adanya penurunan kunjungan sekira 20 persen dibandingkan momentum Lebaran yang sama pada 2025.

Pada Lebaran tahun kemarin, angka kunjungan wisatawan Semarang Zoo mencapai di atas 3.000 pengunjung perhari.

Pada masa Lebaran 2026, angka kunjungan di angka 1.000 pengunjung hingga 2.000 pengunjung perhari.

"Untuk hari ini (Lebaran ketiga) belum kami update, tapi prediksi dikisaran lebih dari 2.000 pengunjung," ujar Dito kepada Tribunjateng.com, Senin (23/3/2026) sore.

Dia merinci, penyebab turunnya angka wisatawan ke Semarang Zoo disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya kondisi cuaca hujan saat hari pertama Lebaran.

"Lebaran pertama Mangkang hujan, jumlah pengunjung baru datang setelah pukul 10.00," kata pria yang disapa Dito ini.

Faktor lainnya, lanjut Dito, lebaran tahun ini berdekatan dengan liburan tahun baru 2026.

Untuk itu, masyarakat dimungkinkan melakukan efisiensi biaya liburan.

"Libur Lebaran dan tahun baru berdekatan sehingga masyarakat menimbang atas kebutuhan pembiayaan sehingga mereka memilih ke luar kota di antara dua momentum liburan tersebut," bebernya.

Faktor berikutnya, Dito tidak memungkiri sepinya pengunjung karena kondisi geopolitik dan ekonomi yang tidak baik-baik saja.

Dia melanjutkan, faktor lainnya berkaitan dengan kebijakan one way

Dampak dari kebijakan ini, Semarang Zoo yang lokasinya dekat dengan Exit Mangkang tidak meraup berkah mudik Lebaran.

Hal ini terjadi karena pemudik tidak bisa keluar dari exit tol.

Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Debut John Herdman di SUGBK Jakarta

"Jadi peluang wisatawan dari luar kota untuk transit ke Semarang Zoo menjadi kendala."

"Ditambah, one way lokal dari Kalikangkung mundur ke Tingkir cukup mempengaruhi arus pengunjung ke Semarang Zoo," sambungnya.

Dito mengungkap, sepinya pengunjung juga dialami oleh wahana wisata kebun binatang lainnya di Yogyakarta.

"Kami juga komunikasi ke pengelola wisata di Yogyakarta (Gembira Loka), hasilnya sama, di sana juga sama ada penurunan kunjungan wisatawan hingga 20 persen," ungkapnya.

Dia menuturkan, pihak pengelola Semarang Zoo sudah berupaya maksimal untuk melakukan promosi habis-habisan sebelum liburan Lebaran.

Proses promosi juga tidak kalah dengan persiapan liburan Lebaran seperti tahun sebelumnya.

Pihaknya berharap, lonjakan pengunjung bisa terjadi pada saat syawalan yang terjadi pada 28 Maret-29 Maret 2026.

"Ya kami tunggu ledakan (pengunjung) bisa terjadi pada momentum itu," tuturnya. (*)

Baca juga: Sahroni Usul Koruptor Wajib Bayar Mahal Kalau Ingin Jadi Tahanan Rumah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.