Keinginan Ressa Rizky Usai Bertemu dengan Denada, Ingin Masalah Selesai Hingga Singgung soal Mobil
Weni Wahyuny March 25, 2026 01:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Manajer Denada, Risna Ories mengungkapkan keinginan Ressa Rizky Rossano setelah bertemu dengan sang ibu.

Diketahui, momen pertemuan Denada dengan pemuda asal Banyuwangi, Jawa Timur baru-baru ini ditunjukkan oleh manajer Denada, Risna Ories.

Hal ini juga diunggah oleh mantan istri Jerry Aurum itu lewat akun Instagram resminya @denadaindonesia.

Dalam pertemuan itu, diungkapkan Risna, Ressa sempat mengungkapkan sejumlah permintaan kepada sang pedangdut.

"Aku sih nanya ke Ressa, Ressa sekarang maunya gimana? Maunya apa gitu," ujar Risna menceritakan, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Rabu (25/3/2026).

Dikatakan Risna, Ressa menyebut hanya ingin semuanya jelas.

"Ressa enggak mau apa-apa gitu. Ressa cuma pengin semuanya clear," ujar Risna menirukan ucapan pemuda yang tahun ini berumur 25 tahun itu.

"Karena dia kan pasti jadi pikiran juga gitu. Pengin semuanya selesailah, ya perihal macam-macam, perihal mobil yang sama adiknya Dena itu. Terus pokoknya dia enggak mau lagi ada masalah-masalah begini," sambungnya.

Baca juga: Momen Denada Rayakan Lebaran Bersama Ressa sang Putra, Peluk Erat Sepakat Berdamai

Hadir sebagai penengah, Risna menyatakan perannya untuk mengakomodir keinginan kedua belah pihak.

"Semuanya clear. Buka lembaran baru semuanya. Aku bilang, aku tanya ke Ressa, aku tanya ke Dena juga karena kan aku berusaha untuk mengakomodir obrolan di situ juga," tandasnya.

Sementara itu, Denada juga mengharapkan kedamaian di antara mereka.

"Terus Dena bagaimana? Bilang apalagi aku, Mbak. Aku hanya mengharapkan bisa ketemu Ressa, bisa bareng sama Ressa. Semuanya baik-baik, gitu," imbuh Risna mengatakan keinginan ibu dua anak itu.

Risna berharap, pertemuan itu bisa menjadi awal hubungan baik keduanya di kemudian hari.

"Ya sudah, insyaallah kita doakan mudah-mudahan satu sama lain juga saling memaafkan," pungkas Risna.

Momen Denada Peluk Ressa

Sebelumnya, penyanyi Denada akhirnya merayakan Lebaran 2026 bersama putranya, Ressa Rizky Rossano.

Bahkan, Ratih Puspita Dewi, tante dari Denada sekaligus ibu yang mengasuh Ressa pun terlihat di momen Lebaran itu.

Momen ini dibagikan oleh manajer Denada, Risna Ories dalam unggahan Instagram pribadinya @risna_ories, Selasa (24/3/2026).

Dalam momen tersebut Denada juga tampak memeluk Ratih dan tak kuasa menahan tangisnya.

Denada tampak mengenakan dress abaya modern dengan aksen ikat di bagian pinggang.

Sementara itu, Ressa Rizky Rossano terlihat tampan mengenakan outfit serba hitam.

Ia mengenakan kaus dipadukan dengan outer jaket.

"Alhamdulillah ala kulli haal, 'Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan'. Semoga Allah selalu melindungi keluarga ini," tulisnya.

Risna Ories menyebut pertemuan tersebut dihadiri tanpa pengacara dan media.

Keduanya pun kini sepakat untuk berdamai.

"Pertemuan ini diinisiasi oleh Risna Ories, Denada, Ressa, dan Sheile (kakak dari Ressa) tanpa adanya pengacara dan media. Keluarga ini bertemu, saling berbicara dan menceritakan banyak hal. Mereka pun sepakat untuk berdamai," tulisnya.

Sebelumnya, keberadaan Ressa Rossano sebagai anak kandung Denada terungkap saat pria berusia 24 tahun itu menggugat sang penyanyi ke Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur, atas dugaan penelantaran anak, pada 26 November 2025.

Tak tanggung-tanggung, Ressa menuntut ganti rugi fantastis dengan nilai mencapai Rp7 miliar.

Manajer Ungkap Momen saat Denada Akhirnya Bertemu dengan Ressa Rossano

Denada baru-baru ini mengunggah momen bersama Ressa Rossano.

Di awal tahun 2026 ini, nama Denada dan Ressa Rossano menjadi perhatian publik setelah konflik mereka terungkap ke publik.

Ressa Rossano mendadak muncul ke hadapan publik setelah menggugat Denada atas dugaan penelantaran anak ke Pengadilan Negeri Banyuwangi.

Pemuda 24 tahun ini menggugat mantan istri fotografer Jerry Aurum itu setelah ia mengetahui fakta Ratih Puspita Dewi, adik ipar mendiang aktris Emilia Contessa, bukanlah ibu yang melahirkan dirinya.

Saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), Ressa mengetahui sebuah fakta bahwa ibu kandungnya adalah penyanyi Denada.

Sejak berusia kurang dari 10 hari, Ressa kabarnya telah diasuh oleh Ratih di Banyuwangi.

Denada kemudian memberikan klarifikasi setelah permasalahan keluarganya viral.

Mantan penyanyi rap 47 tahun ini pun juga mengakui Ressa Rossano sebagai anak kandungnya.

Lewat unggahan di Instagram @denadaindonesia, sang penyanyi turut menjelaskan alasannya tidak bisa merawat Ressa saat itu.

“Saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Ressa Rossano adalah anak kandung saya. Dan saya betul-betul minta maaf kepada Ressa karena Ressa tidak hidup bersama saya dari mulai dia masih bayi. Saat itu kondisi psikis saya sedang tidak layak," tutur Denada.

Kini hubungan antara Denada dan Ressa pun berangsur membaik.

Bahkan keduanya belum lama ini sudah bertemu secara langsung.

Risna Ories, manajer Denada, pun menceritakan momen pertemuan haru antara ibu dan anak yang telah terpisah selama 24 tahun itu.

Dikatakan oleh Risna, dalam pertemuan itu, baik Denada maupun Ressa, keduanya saling meluahkan rasa.

"Alhamdulillah kemarin tuh happy bangetlah mereka happy gitu ya. Saling meluahkan rasa. Dikit-dikit megang peluk, dikit-dikit ngelihatin gitu," ujar Risna dikutip dari YouTube Insertlive, Senin (23/3/2026).

Dalam pertemuan itu, baik Dena maupun Ressa sama-sama tak kuasa membendung tangisnya.

"Dikit-dikit nangis gitu ya. Alhamdulillah," sambungnya.

Sang manajer mengatakan Denada merasa lega setelah ia bertemu dengan Ressa.

Pertemuan itu pun sekaligus menjadi momen di mana Denada melepaskan beban yang bertahun-tahun ia pendam.

"Wah pasti legalah Dena tuh. Lega sekali karena dia selama ini, ini kan jadi satu beban yang dia simpan berapa tahun lamanya kan itu benar-benar rilis, Ressa juga rilis semuanya ya. Alhamdulillah," tukasnya.

Alasan Denada Titipkan Ressa ke Banyuwangi

Sebelumnya, penyanyi Denada akhirnya memberikan penjelasan mendalam terkait keputusannya menitipkan putra kandungnya, Ressa Rizky Rossano, untuk diasuh oleh keluarga bibinya di Banyuwangi selama 24 tahun.

Dalam wawancara bersama Feni Rose pada Senin (1/3/2026), Denada mengungkapkan bahwa keputusan itu lahir dari rasa bersalah dan keinginannya memberikan kehidupan "sempurna" bagi sang anak.

Denada mengaku tak berniat untuk membuang darah dagingnya sendiri sampai dianggap menelantarkan.

Denada mengakui bahwa periode setelah melahirkan Ressa adalah masa-masa terberat dalam hidupnya.

Selain harus melahirkan tanpa didampingi sosok suami, ia mengaku mengalami peristiwa traumatis yang sangat memengaruhi kondisi mentalnya saat itu.

"Ada hal-hal yang terjadi dalam hidup aku yang cukup berat dan menyisakan trauma secara mental," ujar Denada.

Ia merasa bersalah karena tidak mampu memberikan situasi keluarga yang ideal—ada ayah dan ibu dalam satu atap—untuk putranya yang baru lahir.

"Beban mental bahwa tanggung jawabku kepada dia, bahwa dia akan tumbuh besar tidak di dalam gambaran keluarga yang utuh... yang terbaik seharusnya kan buat seorang anak tumbuh ada bapak, ada ibu, di dalam satu rumah tangga," ungkap Denada dengan suara bergetar.

Denada mengaku mencemaskan masa depan Ressa, terutama saat sang anak mulai masuk sekolah dan harus menghadapi pertanyaan dari lingkungan sosial mengenai sosok ayahnya.

"Mama tanya, 'Nanti kalau misalnya dia masuk sekolah terus teman-teman sekolahnya ada yang nanya (soal bapaknya), kamu sudah siap belum?'. Di situ aku mulai berpikir, oh iya ya benar, itu sesuatu yang harus aku persiapkan," kenangnya.

Ibunda Denada, almarhumah Emilia Contessa, saat itu memberikan saran untuk mempertimbangkan tawaran dari Tante Ratih dan Om Dino (adik Emilia) yang sangat mendambakan anak laki-laki.

"Aku pikir perfect. Karena Ressa akan tumbuh di satu keluarga di mana dia akan melihat ada sosok bapak, ada sosok ibu. Dia akan disayang di situ... enggak akan ada yang berani macam-macam sama dia karena tahu dia dari keluarga besar kami," ungkap Denada.

Denada merasa bahwa di Banyuwangi, Ressa akan terlindungi dari bullying karena pengaruh keluarga besar mereka di sana.

Ia menganggap hal itu sebagai "perpanjangan tangan" untuk menjaga anaknya saat ia harus bekerja di Jakarta.

Meskipun awalnya yakin bahwa rencana tersebut adalah yang terbaik, Denada mengakui bahwa seiring berjalannya waktu, muncul penyesalan yang mendalam.

Ia merasa menjadi sosok yang pengecut karena takut merusak realitas yang sudah terbentuk di benak Ressa.

"Itu benar-benar tidak di dalam plan aku sama sekali. Plan aku adalah melahirkan dia, membesarkan dia berdua sama dia gitu. Tapi terus pada saat aku dikasih tahu ada plan itu, aku merasa bahwa ini rencana yang cukup baik, tentunya dengan pemikiran bahwa oke suatu hari nanti kita akan kasih tahu sama dia."

"Jadi berat, enggak gampang untuk pisah ke Banyuwangi saja. Aku suka kangen, tuh, aku minta tolong sama ibu, suka sama Ressa minta telepon," ujarnya.

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.