Kenangan Harjanto Halim atas Mendiang Bambang Hartono: Saksikan Langsung Kebaikannya
muslimah March 25, 2026 02:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Jenazah bos Djarum diberangkatkan dari GOR Djarum Jati Kudus menuju ke peristirahatan terakhir di kompleks pemakaman keluarga di Godo, Desa Punjulharjo, Rembang, Rabu (25/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut hadir sejumlah karyawan, kolega, pejabat daerah, dan para pengusaha.

Di antara pengusaha yang turut hadir dalam pemberangkatan jenazah bos Djarum yaitu Harjanto Halim.

Pengusaha asal Kota Semarang tersebut bersaksi bahwa sosok Michael Bambang Hartono yang meninggal di usia 86 tahun merupakan pribadi yang sederhana dan dermawan.

“Saya mewakili Sekolah Karangturi itu pernah dapat tanah 6 hektare dari Pak Bambang dan Pak Budi (adik kandung Bambang Hartono), karena beliau alumnus Sekolah Karangturi terus bangunan gedung SMP dan SMA yang nilainya tidak main-main saat itu,” kata Harjanto Halim.

Baca juga: Ribuan Karyawan Lepas Kepergian Michael Bambang Hartono di Makam Keluarga Djarum Rembang

Baca juga: Selain Roy Suryo, Jokowi Bersedia Berikan Berikan Restorative Justice, Termasuk ke Dokter Tifa

Tentu, kata Harjanto Halim, dengan adanya bantuan berupa tanah dan bangunan yang diberikan oleh duo Hartono tersebut pihaknya merasa sangat berterima kasih.

Selepas menyumbang tanah dan bangunan pun tidak ada embel-embel di belakangnya.

Kata Harjanto, pihaknya hanya dititipi pesan untuk menjaga Sekolah Karangturi dengan baik.

“Beliau menyumbang ya sudah selesai, cuma pesan dijaga sekolah Karangturi yang baik,” kata Harjanto.

Kemudian, lanjut Harjanto, dia juga pernah diajak untuk mendampingi Bambang Hartono dalam bermain bridge.

Harjanto sempat melihat Bambang Hartono dalam bermain bridge.

Menurutnya, Bambang memang mahir dan cakap dalam bermain bridge. Kemampuannya tidak kaleng-kaleng dalam mengolah kartu.

“Saya ssangat berterima kasih sekali dan kehilangan juga sosok yang sangat dermawan dan juga humble,” kata Harjanto.

Sudah cukup lama Harjanto tidak menjalin komunikasi karena mendiang lebih sering di Singapura. Mendiang tinggal di Singapura karena faktor kesehatan. Hal itu agar lebih mudah untuk berobat.

 Namun sebelum itu Harjanto cukup sering bertemu. Sebab, Bambang Hartono merupakan sahabat dari ayah mertua Harjanto Halim.

“Orangnya (Bambang Hartono) santai sekali, ceria sekali, dan tidak ada beban. Harus digarisbawahi, beliau sangat simpel dan kita lihat keluarganya pun snagat sederhana sekali,” kata dia.

Kemudian pengalaman personal yang pernah dia alami yaitu saat reuni Sekolah Karangturi. Saat itu Bambang datang dan belanja di sebuah stan bazar reuni dan meminta kembalian uang.

“Itu Om Oei Hwie  Siang (Bambang Hartono) lagi beli apa di stan reuni di bazar, kemudian beli terus dia minta susuknya (kembalian uang) mana , saya pikir tidak bakal minta ya sudah diminta. Jadi buat saya sangat lucu juga sangat proper sekali bukannya semua tidak usah susuk tidak papa. Buat saya menarik sekali,” kata dia.

Selebihnya, kata dia, sosok seperti Bambang Hartono haruslah diperbanyak di negeri ini. Menurutnya Bambang Hartono merupakan sosok yang ikut serta membangun bangsa tanpa banyak bersuara.

Dia mengibaratkan pohon kalau tumbuh tidak ada suaranya. Tetapi pohon kalau roboh suaranya keras sekali,

“Jadi kalau yang bertumbuh itu tidak ada suaranya. Kalau roboh suaranya bikin hiruk pikuk. Kisah hidup Pak Bambang dan kisah hidup bangsa kita sebaiknya tidak usah banyak omong, sebaiknya diam tetapi membangun,” kata dia.

Dalam kesempatan ini juga hadir sejumlah karyawan PT Djarum yang turut serta memberikan penghormatan terakhir untuk mendiang sebelum jenazahnya diberangkatkan ke pemakaman keluarga di Rembang.

Satu di antara karyawan tersebut yaitu Sri Rahayu. Perempuan yang sudah bekerja selama 23 tahun di Pabrik Djarum Terban tersebut turut merasa kehilangan atas berpulangnya sang bos.

“Pak Bambang sangat berjasa bagi karyawan. Beliau memberi lapangan kerja banyak orang. Jasanya banyak sekali,” kata dia. (Goz)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.