TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Pekerja Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (BPMS GMIM) mengumumkan pelaksanaan ujian psikotes bagi calon Vikaris Pendeta sebagai lanjutan tahapan seleksi.
Dalam surat itu dijelaskan, ujian psikotes merupakan tahapan lanjutan setelah sebelumnya para calon Vikaris Pendeta GMIM mengikuti ujian online serentak.
Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM, Adolf K. Wenas melalui keterangan resmi mengatakan tahapan psikotes menjadi bagian penting dalam proses seleksi calon pelayan gereja.
“Psikotes ini bertujuan untuk melihat kesiapan kepribadian, karakter, dan integritas para calon Vikaris Pendeta, sehingga ke depan mereka benar-benar siap melayani jemaat,” ujarnya kepada Tribun Manado.
Ia juga mengimbau seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan dengan serius dan disiplin.
“Kami berharap seluruh peserta hadir tepat waktu, mematuhi ketentuan, dan mengikuti proses ini dengan penuh tanggung jawab,” tambahnya.
Pelaksanaan ujian psikotes dijadwalkan berlangsung pada Jumat 27 Maret 2026, dengan dua sesi.
Pada sesi pertama, registrasi dan verifikasi peserta dimulai pukul 08.00 hingga 09.00 Wita, dilanjutkan ujian pukul 09.00 hingga 12.00 Wita.
Sementara sesi kedua dimulai dengan registrasi pukul 13.00 hingga 14.00 Wita, dan ujian berlangsung pukul 14.00 hingga 17.00 Wita.
Ujian akan dilaksanakan di tiga lokasi berbeda di Kota Tomohon, yakni Aula Kantor Sinode GMIM lantai 3, Auditorium Bukit Inspirasi Tomohon, serta Aula Rektorat UKIT, dengan pembagian nomor peserta di masing-masing lokasi.
Dalam ketentuan yang disampaikan, peserta diwajibkan mengenakan pakaian putih hitam serta membawa tumbler.
Selain itu, peserta juga harus membawa perlengkapan alat tulis seperti papan alas, bolpoin, pensil 2B, rautan, dan penghapus.
Peserta juga diingatkan untuk hadir tepat waktu dan mematuhi seluruh tata tertib yang berlaku selama pelaksanaan ujian.
(TribunManado.co.id/Pet)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK