Rumit Kalahkan Marquez, Max Biaggi Ingatkan Bezzecchi dan Martin saat Aprilia Sedang Euforia
Agung Kurniawan March 25, 2026 06:33 PM

EVARISTO SA/AFP
Dari kiri ke kanan, Jorge Martin, Marco Bezzecchi (Aprilia), dan Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46) di podium MotoGP Brasil 2026 di di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, Minggu (22/3/2026).

BOLASPORT.COM - Pembalap Ducati, Marc Marquez, dinilai masih sulit dikalahkan oleh Aprilia yang baru saja tampil kuat bersama 2 andalannya pada GP Brasil.

GP Brasil yang bertempat di Autodromo de Goiania-Ayrton Senna berakhir dengan manis untuk tim Aprilia melalui hasil Marco Bezzecchi dan Jorge Martin.

Pabrikan Noale, Italia itu melejit dalam sesi balapan utama untuk mengamankan kemenangan melalui Bezzecchi dan Martin yang sukses finis di tempat kedua.

Tak ayal, akhir pekan dalam seri kedua MotoGP 2026 ini menjadi akhir pekan yang sempurna bagi Aprilia meski hal yang sama tak mampu mereka lakukan saat sprint race.

Dalam sesi balapan mini tersebut, Martin mendapatkan podium usai finis di urutan ketiga dan Bezzecchi harus puas ada di posisi keempat.

Walau mampu meredam keganasan Marc Marquez bersama Ducati, hasil yang didapatkan Bezzecchi dan Martin tak cukup membuat Aprilia bisa berleha-leha.

Hal tersebut diungkapkan oleh mantan pembalap MotoGP Max Biaggi di mana sangat rumit untuk bisa mengalahkan Marquez di lintasan.

Pandangan salah satu rival terkuat masa lalu Valentino Rossi itu cukup beralasan lantaran Marquez saat ini sedang membela tim terbaik yaitu Ducati.

"Ducati dan Marquez adalah juara dan karena itu favoritnya," kata Biaggi, dilansir BolaSport.com dari laman Motosan.

"Mengalahkan Marquez itu rumit, jika dia memiliki motor terbaik, itu menjadi sangat sulit," tuturnya menambahkan.

Lebih lanjut, Biaggi menekankan bahwa segala sesuatunya baru bisa dipetakan oleh Bezzecchi dan Martin saat kompetisi tiba di putaran Eropa mendatang.

"Sekarang Bezzecchi berhasil melakukannya, tetapi kita harus memahami jika Marquez mengalami kesulitan yang kita lewatkan," ucap Biaggi menjelaskan.

"Karena dia tidak melakukan semua yang mungkin."

"Sekarang Bezzecchi dan Martín kuat, tetapi hanya dari GP Eropa pertama di Jerez kita akan melihat angka sebenarnya dan memahami siapa yang memimpin," imbuhnya.

Terlepas dari peringatan yang diberikat, performa Bezzecchi dan Martin membuat Biaggi merasa kaget lantaran Aprilia mengalami momen langka dengan menempatkan 2 ridernya di podium teratas.

Hasil pada GP Brasil mengonfirmasi kekuatan Aprilia setelah mereka juga kompetitif pada seri pembuka di Thailand.

"Saya terkejut melihat Bezzecchi dan Martín berada di dua posisi teratas Kejuaraan Dunia untuk pertama kalinya, bukan karena performa motornya," kata Biaggi menjelaskan.

"Thailand praktis merupakan harinya Aprilia, dengan empat motor di lima besar, dan di Brasil, kejutan finis satu-dua Bezzecchi-Martín setelah balapan Sprint bukanlah hal yang mudah."

"​​Itu bagus, tetapi baru dua seri balapan, kita akan menunggu dan melihat di Texas dan balapan Eropa, dan jika ada konfirmasi, itu akan lebih baik bagi kami," imbuhnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.