Renungan Harian Kristen 26 Maret 2026 - Dunia Membenci Kamu
Bacaan ayat: Yohanes 15:19 (TB) Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.
Oleh Pdt Feri Nugroho
Beberapa orang percaya bisa saja frustasi ketika mendapatkan kebaikan yang ia lakukan justru menjadi sumber masalah. Bisa jadi banyak hal akan dituduhkan.
Orang-orang percaya dianggap bodoh ketika masih tetap mengasihi sementara jelas ia telah dibenci.
Tindakan mengasihi dinilai tidak masuk akal, sementara pada umumnya orang-orang akan membela diri saat dituduhkan yang jahat.
Pengalaman dibenci sementara melakukan kebaikan dapat menjadi trauma yang menciptakan luka tidak berdarah.
Putus asa melanda, akhirnya berhenti menjadi baik dan mengikuti arus dunia sementara masih mengaku sebagai murid Yesus. Ironis bukan?
Tanpa sadar, Yesus harus disalibkan kembali ketika orang percaya masih hidup sebagaimana dunia kehendaki.
Sejak semula kehadiran Yesus telah menciptakan kontroversi; bahkan hingga hari ini. Meskipun demikian kehidupan dan pengajaran-Nya menarik minat banyak orang.
Terjadi pro kontra, seakan orang-orang harus terbelah dalam dua kubu yang berseberangan: satu kelompok percaya bahwa Ia adalah Tuhan dan Juruselamat sementara diseberang ada pihak yang menolak dengan tegas.
Wajar jika kondisi ini menciptakan persinggungan yang tak kasat mata.
Satu kelompok berjuang hidup dalam praktek melakukan ajaran Yesus, sementara kelompok lain menuduh mereka sebagai penyesat atau tersesat.
Faktanya ada banyak bukti yang telah membungkam berbagai keberatan yang timbul. Menjadi aneh jika ketidakmampuan memberi jawab justru menciptakan kebencian.
Situasi ini yang sejak semula dialami oleh Yesus dan akan terus terjadi disepanjang perjalanan sejarah.
Kali ini Ia sedang mempersiapkan para murid, "Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu."
Terlihat jelas bahwa Yesus sedang mempersiapkan para murid untuk menghadapi konsekuensi logis saat percaya kepada-Nya.
Para murid bukan hanya perlu mengerti. Mereka perlu paham bahwa kehidupan mereka akan terasa semakin rumit. Bagaimana tidak rumit jika pilihan percaya saja telah membuat orang lain membencinya?
Kadang kondisi ini terasa tidak masuk akal. Meskipun demikian para murid perlu memahami bahwa percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat adalah pilihan yang mengatasi akal.
Penemuan akan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat adalah karya Allah sendiri dalam Roh Kudus. Ini tentang perjumpaan pribadi seseorang dengan Tuhan.
Dalam banyak kasus, pengalaman supranatural menjadi titik balik yang penting, meskipun tidak merendahkan bahwa pengalaman naturalpun memiliki bobot yang sama.
Faktanya benar bahwa para murid adalah milik dunia. Namun saat menjadi percaya, mereka dipilih dari dunia dan diberi identitas baru sebagai yang dikuduskan, dipulihkan, dibenarkan dan diselamatkan.
Itu sebabnya, meskipun masih ada di dunia, pada murid bukan lagi milik dunia. Para murid adalah ciptaan baru dalam Yesus Kristus.
Sampai pada titik inilah para murid perlu paham ketika dunia membenci mereka. Kebencian dunia bukan lagi menjadi beban.
Kebencian dunia justru menjadi tantangan untuk semakin serupa dengan Kristus dalam mengasihi.
Para murid hari ini ialah kita orang yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat.
Benar bahwa keberadaan kehidupan pada akhirnya hanya ada dua kelompok, yaitu kelompok domba atau kambing; Gandum atau Ilalang.
Saat Tuhan Yesus datang kembali dua kelompok ini akan dipisahkan: satu kelompok akan hidup kekal dan yang lain akan binasa.
Ketika saat itu tiba, tidak ada yang bisa dikompromikan. Gandum masuk lumbung, Ilalang akan dibakar. Termasuk yang manakah? Amin.
Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang