Kisah Kevin: Pernah Gagal IELTS 3 Kali-Jadi Peraih Tesis Terbaik se-Inggris Raya
GH News March 25, 2026 09:09 PM
Jakarta -

Perjalanan Kevin dalam meraih beasiswa LPDP sekilas terlihat sama seperti awardee lainnya. Apply lamaran, mengikuti tes IELTS, wawancara, dan lainnya.

Namun, sebenarnya ada kisah menarik di balik lolosnya Kevin dalam beasiswa LPDP pada 2023 lalu. Ia adalah pelamar yang gagal beberapa kali dalam tes IELTS.

Akan tetapi, pria dengan nama lengkap Kevin Lijaya Lukman ini akhirnya tembus beasiswa di Imperial College London dan berhasil meraih penghargaan tesis terbaik se-Inggris Raya.

Bagaimana kisah Kevin bisa mendapatkannya?

Kuliah di ITB dengan Beasiswa

Kevin mengaku dirinya berasal dari keluarga sederhana. Bahkan ia harus mengajukan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S1-nya.

Pasalnya ia kuliah S1 di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan biaya Rp 10 juta per semester. Beasiswa itu juga berhasil diraih Kevin berkat kecerdasannya.

Kevin menempuh S1 di Metalurgi di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB tahun 2016, jurusan yang dikenal memiliki persaingan yang ketat.

Tak mau menyia-nyiakan Beasiswa Unggulan dari Kemdikbudristek, Kevin menjalani kuliah secara sungguh-sungguh. Sampai ia lulus dalam waktu 3,4 tahun dengan predikat cumlaude.

Kerja dan Lanjut S2

Setelah lulus, Kevin bekerja di sebuah perusahaan di Purwakarta, Jawa Barat. Saat itu ia bertugas membentuk tim riset untuk mengembangkan laboratorium.

Sadar bahwa pengetahuannya harus bertambah untuk menyelesaikan pembangunan laboratorium, Kevin berpikir untuk melanjutkan S2. Ia butuh pemahaman lebih dalam soal bidang metalurgi dan finansial industri.

"Awalnya saya kira ini hanya soal riset. Ternyata ini tentang leadership," katanya dikutip dari laman LPDP Kemenkeu, Senin (25/3/2026).

Ia pun memutuskan untuk lanjut S2 dengan beasiswa LPDP. Akan tetapi, ternyata proses mendapatkan beasiswa ini tak semudah yang dipikirkan Kevin awalnya.

Tiga Kali Gagal Tes IELTS

Salah satu ingatan paling kuat di benak Kevin adalah saat ia berjuang belajar demi IELTS. Sebelum menerima beasiswa LPDP, ia harus gagal tes ini dahulu sebanyak tiga kali.

Kendala yang dihadapi Kevin selama tes IELTS ada pada bagian speaking. Namun, di tengah kesibukannya mengurus pembangunan pabrik ia menyempatkan diri untuk belajar IELTS.

Ia belajar dari jam 5 sore hingga 11 malam setelah pulang kerja. Pada tes tahun September 2022, Kevin gagal karena nilainya kurang 0,5.

Kemudian pada Desember 2022, ia mencoba lagi tapi gagal juga. Pada Januari 2023, Kevin bertemu kegagalan tes IELTS lagi.

Padahal ia sudah mencoba recheck ke IELTS Australia untuk merekam speaking. Tak berujung sia-sia, akhirnya pada Februari 2024 ia mendapat skor IELTS yang menjadi syarat LPDP.

"Saya mulai belajar Juli 2022, tes pertama September gagal, Desember gagal lagi, Januari 2023 masih gagal. Baru Februari, tepat tiga hari sebelum deadline LPDP, saya lolos skor IELTS. Gagal tiga kali, setiap kali cuma kurang 0,5. Rasanya pahit banget," kenang Kevin.

Kuliah S2-Lulus dengan Tesis Terbaik di Inggris

Kevin berkuliah di Imperial College London dengan beasiswa LPDP. Di sana ia mengambil double degree bidang pertambangan dan bisnis.

Kuliah di universitas tersebut menurutnya cukup berat. Ia harus mengikuti 15 sub-modul ujian di mana jurusan lain hanya 3-4 modul ujian.

Selama membuat tesis, ia fokus mengkaji tentang nikel. Ia juga mengambil penelitian yang beririsan dengan kondisi Indonesia.

Dalam sebuah penelitiannya, Kevin harus menggunakan model statistik yang inovatif, yaitu mean reverting model, yang belum pernah diterapkan sebelumnya dalam evaluasi tambang.

Dengan model tersebut, Kevin harus melakukan ratusan ribu kali simulasi hingga proyek yang digarapnya bisa disebut layak. Tesisnya tersebut kemudian diganjar penghargaan. Hasil kerja keras Kevin berbuah penghargaan Curry MSc Prize, sebuah penghargaan untuk tesis geologi paling berpengaruh di seluruh Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara.

Profesor yang membimbing Kevin juga sempat terkejut karena riset Kevin tidak ia daftarkan. Tesisnya memang dipilih sebagai yang terbaik di semua program master di sekolah pertambangan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.