Pemerintah Ungkap Penyebab Kelangkaan LPG di NTB, Pastikan Kondisi Kembali Normal
Idham Khalid March 26, 2026 08:22 AM

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengungkap penyebab kelangkaan LPG 3 kilogram, di wilayah Lombok Timur dan Sumbawa, meskipun Pertamina sudah menambah pasokan hingga 250 persen dari alokasi harian. 

Sekretaris Dinas ESDM Niken Arumdati menyampaikan, sejak 17-25 Maret sudah dilakukan extra dropping dari alokasi harian dengan total distribusi mencapai 87.360 tabung. 

"Dengan kondisi ini sebetulnya tidak terjadi kelangkaan LPG, dinamika yang terjadi di lapangan lebih kepada peningkatan konsumsi dan pergeseran pola permintaan masyarakat," kata Niken kepada TribunLombok.com, Rabu (25/3/2026). 

Pergeseran pola ini disebabkan momentum mudik lebaran di mana banyak karyawan swasta, aparatur sipil negara (ASN) hingga mahasiswa kembali ke kampung halaman seperti Lombok Timur dan Sumbawa. 

Dampaknya terjadi peningkatan konsumsi di dua wilayah tersebut, sementara di Mataram cenderung terjadi penurunan konsumsi. Dengan kembali normalnya aktivitas masyarakat di perkotaan, maka kondisi ini diperkirakan akan kembali normal. 

"Kondisi ini diperkirakan akan kembali normal seiring dengan berakhirnya momen mudik dan mulainya aktivitas perkantoran," ujarnya.

Baca juga: Sejumlah Warga di Lombok Timur Mengeluhkan Kelangkaan LPG 3 Kg saat Idulfitri 1447 H

Pemerintah bersama dengan Pertamina dan Hiswana Migas terus melakukan pemantauan distribusi, untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi secara merata. 

"Kami juga sudah melakukan minum monitoring langsung bersama BPH Migas dan Dewan Energi Nasional di Depo LPG Sekotong guna memastikan ketersediaan stok dan kelancaran distribusi serta mengidentifikasi potensi kondisi di lapangan," lanjutnya. 

Pertamnina Lakukan Ekstra Dropping

Pemerintah juga menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli LPG sesuai dengan kebutuhan, agar distribusi dapat berjalan optimal dan merata bagi seluruh masyarakat. 

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan pasokan LPG subsidi 3 kilogram di wilayah Lombok tetap aman dan terkendali.

Penegasan ini disampaikan menyusul munculnya kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan dan harga di lapangan.

Pertamina menegaskan bahwa kondisi stok secara umum tetap aman. Kendala yang terjadi di lapangan pun bersifat sementara dan lebih disebabkan oleh tingginya penyerapan LPG di tingkat pangkalan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa lonjakan permintaan LPG subsidi 3 kilogram disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Nyepi, Idulfitri, serta tradisi Lebaran Ketupat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pertamina telah melakukan sejumlah langkah strategis.

“Pertamina secara konsisten menyalurkan LPG subsidi sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah serta melakukan pemantauan berkala agar pasokan tetap tersedia bagi masyarakat,” ujar Ahad dalam keterangan tertulis, Rabu (25/3/2026).

Untuk menjaga ketersediaan, Pertamina telah menambah pasokan melalui program extra dropping selama bulan Maret. Di Kabupaten Lombok Tengah, tambahan distribusi mencapai 89.600 tabung atau sekitar 13,2 persen dari alokasi bulan Maret. Sementara itu, di Kabupaten Lombok Timur, tambahan pasokan tercatat sebanyak 110.320 tabung, dengan persentase yang sama

Selain penambahan pasokan, Pertamina juga memperkuat pengawasan distribusi dengan memprioritaskan penyaluran ke pangkalan yang mengalami peningkatan konsumsi tinggi.

Selain itu, Pertamina memastikan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan melakukan pembinaan kepada mitra penyalur. Koordinasi dengan pemerintah daerah melalui dinas terkait juga terus diintensifkan untuk menjaga stabilitas distribusi di lapangan.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.