Renungan Pagi Lukas 6:46-49, Dasar yang Kokoh
Alpen Martinus March 26, 2026 08:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID- Selalu membaca Alkitab akan membuat kita semakin bertumbuh dalam Tuhan.

Biasanya disertai dengan merenungkan Firman Tuhan.

Berikut renungan harian Kristen berjudul dasar yang kokoh.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Mazmur 27:14, Kekuatan dalam Penantian

Ditulis oleh Jerry Tamburian dalam moment of inspiration LPMI.

Firman Tuhan dalam Lukas 6:46-49.

"Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu.

Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.

Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar.

Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya." (Lukas 6:47-49)

Ketika pertama kali ke Jakarta saya kagum melihat gedung-gedung bertingkat yang berdiri kokoh.

Saya ingat satu kali saya mengunjungi salah satu mitra pelayanan.

Dia berkantor di salah satu gedung bertingkat di Jakarta.

Ketika sedang bercakap-cakap dengannya terjadi gempa, menyebabkan gedung bergoyang.

Saya dan orang-orang yang ada dalam salah satu lantai menjadi takut.

Kami bersyukur gempa tidak berlangsung lama sehingga kami merasa tenang.

Yang membuat saya kagum adalah bagaimana gedung tetap kokoh dan stabil walaupun ada gempa.

Saya tahu hal ini bisa terjadi karena gedung itu dibangun di atas fondasinya sangat kuat.

Pengalaman di atas mengingatkan saya akan pengajaran Tuhan Yesus dalam bacaan kita hari ini, yang menekankan bahwa fondasi menentukan kekuatan rumah.

Jika rumah itu didirikan di atas batu maka rumah itu akan kuat dari terjangan air bah dan banjir.

Tetapi jika rumah itu didirikan di atas pasir, rumah itu akan hancur, karena rumah itu tidak mempunyai kekuatan untuk menahan terjangan air bah dan banjir.

Tuhan Yesus menekankan pengajaran-Nya bahwa agar hidup kita tetap kokoh, maka kita harus dibangun di atas dasar yang benar.

Dan dasar yang benar itu adalah Tuhan Yesus dan firman-Nya.

Dewasa ini sangat mudah untuk mendapat informasi dari berbagai pengajaran pengajaran.

Ada pengajaran yang benar dan membangun tetapi tidak sedikit juga pengajaran yang tidak benar dan menyesatkan.

Tetapi yang mengherankan kita adalah banyak orang lebih tertarik kepada kepada pengajaran-pengajaran yang tidak benar, karena pengajaran tersebut menawarkan kesenangan duniawi dan kepuasan hawa nafsunya.

Pengajaran-pengajaran inilah yang pada akhirnya membentuk perilaku mereka yang bertentangan dengan firman Tuhan.

Meskipun sudah diajarkan tentang kebenaran tetapi mereka tidak dapat mengenal kebenaran dan bahkan menentang kebenaran.

Rasul Paulus menulis hal ini dalam 2 Timotius 3:1-9, secara khusus dalam ayat 7, “yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran.”

Oleh karena itu yang sangat penting bagi kita untuk tetap kokoh dari pengaruh ajaran yang tidak membangun dan sesat adalah mengenal Yesus Kristus secara pribadi serta berakar dan dibangun di atas Dia (Kolose 2:7-8) dalam doa, firman Tuhan ketaatan.

Hal inilah yang akan menolong kita mengalami pertumbuhan rohani yang sehat.

Dunia tidak akan habis-habisnya menyerang kita selama kita hidup.

Tetapi kita yang percaya kepada Tuhan, ingatlah kata-kata Tuhan Yesus bahwa Ia telah mengalahkan dunia (Yoh. 16:33).

Inspirasi: Kokohnya suatu bangunan ditentukan oleh dasar yang kokoh. Perjalanan hidup yang benar dibangun di atas dasar hidup yang benar.

Dasar hidup kita yang benar adalah Tuhan Yesus Kristus. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.