BANGKAPOS.COM -- Inilah sosok Iptu Nur Alim, Kepala Pos Pengamanan (Kapospam) Operasi Ketupat Progo 2026 Pos Tugu Yogyakarta, yang meninggal dunia saat bertugas pada Rabu (25/3/2026).
Perwira berusia 54 tahun itu diduga wafat akibat kelelahan setelah menjalankan tugas pengamanan arus mudik dan libur Lebaran di wilayah Kota Yogyakarta.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.40 WIB di pertigaan kawasan Pospam Tugu Yogyakarta.
Baca juga: Video: Kondisi Arus Balik di Pelabuhan Sadai Bangka Selatan, Prediksi Ada Lonjakan Penumpang
Iptu Nur Alim dilaporkan tiba-tiba lemas hingga akhirnya jatuh pingsan saat sedang berdinas.
Kejadian ini pertama kali diketahui oleh seorang pemilik warung di sekitar lokasi yang kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada petugas di pos pengamanan.
Menindaklanjuti laporan itu, anggota Pospam Tugu Yogyakarta, Ipda Aris Purwanto, langsung menuju lokasi.
"Selanjutnya Pak Aris langsung di TKP dan beliaunya sudah pingsan, menunggu dari Dokkes Poresta dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Bathesda,” kata Kasi Humas Polresta Yogyakarta Ipda R Anton Budi Susilo dalam keterangannya Rabu (25/3/202).
Menurut Anton, kondisi kesehatan Iptu Nur Alim memang sudah menurun sejak sehari sebelumnya. Ia disebut sempat mengeluhkan kondisi tubuh yang kurang fit.
“Sehari sebelumnya memang mengeluh sama Pak Aris (Pa Pospam Ops) kondisi badan beliaunya, karena mungkin kelelahan, diduga sempat masuk angin,” imbuh Anton.
Diketahui, sejak dimulainya Operasi Ketupat Progo 2026 pada 13 Maret, Iptu Nur Alim aktif menjalankan tugas tanpa henti sebagai Kapospam. Dalam kesehariannya, ia juga menjabat sebagai Kanit Lantas Polsek Gedongtengen dan memimpin pengamanan di kawasan Tugu Yogyakarta selama 24 jam.
Rekan kerjanya, Ipda Aris Purwanto, mengenang sosok Iptu Nur Alim sebagai pemimpin yang berdedikasi tinggi dan tak kenal lelah.
Bahkan, almarhum kerap bertugas dari pagi hingga tengah malam. Ia juga dikenal selalu mengingatkan anggotanya untuk menjaga kondisi fisik selama pelaksanaan pengamanan.
“Beliaunya ini sangat baik sekali terhadap rekan-rekan terutama anggota. Selalu mengarahkan untuk anggota jaga kondisi, jaga kesehatan karena disini kami mikir 24 jam,” terang Aris.
Sesaat sebelum kejadian, Iptu Nur Alim sempat berbincang dengan Aris dan mengaku tidak dalam kondisi prima.
Aris bahkan sempat menyarankan agar ia beristirahat dan memeriksakan diri ke dokter. Namun karena tanggung jawab tugas, almarhum tetap melanjutkan pengamanan di lapangan.
“Pas kami lagi ngobrol ada ibu laporan ke pos. Begitu kami mendatangi TKP itu sudah memar karena jatuh. Diduga beliau sakit karena kelelahan,” ujarnya.
Setelah ditemukan tidak sadarkan diri, petugas segera menghubungi ambulans.
Tim Biddokkes Polresta Yogyakarta kemudian mengevakuasi Iptu Nur Alim ke RS Bethesda Yogyakarta. Namun sayangnya, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.
Kabar duka tersebut juga disampaikan melalui akun resmi Polresta Yogyakarta.
“Kapolresta Yogyakarta beserta staf dan Bhayangkari mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Iptu Nur Alim Kanit Lantas Polsek Gedongtengen (Kapospam Ops Ketupat Progo 2026 Pos Tugu). Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Aamiin,” tulis Polresta Yogyakarta.
Sebelumnya, sejumlah anggota kepolisian lainnya juga dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas pengamanan arus mudik Lebaran 2026. Salah satunya Brigadir Fajar Permana dari Ditlantas Polda Metro Jaya yang wafat pada Senin (23/3/2026) usai bertugas.
"Polda Metro Jaya sangat kehilangan sosok Bhayangkara muda yang berdedikasi tinggi. Beliau meninggal dunia usai menjalankan amanah negara," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.
Selain itu, Bripka Septian Eko Nugroho dari Polres Pekalongan juga meninggal dunia pada Minggu (22/3/2026) malam setelah sempat pingsan usai bertugas mengatur lalu lintas. Dugaan sementara, ia mengalami serangan jantung.
Operasi Ketupat sendiri merupakan agenda rutin Polri dalam rangka pengamanan Idul Fitri. Pada tahun 2026, operasi ini berlangsung sejak 13 Maret hingga 25 Maret dengan fokus menjaga kelancaran, keselamatan, dan keamanan masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran.
(Bangkapos.com/Tribunnews/Surya.co.id)