TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Para pengemudi travel antarprovinsi di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar), mengalami peningkatan jumlah penumpang signifikan pada arus balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Lonjakan ini dinilai sebagai berkah tersendiri bagi para sopir travel lintas provinsi.
Seorang pengemudi travel, Dandi, mengungkapkan kondisi ini berbanding terbalik dengan hari-hari biasa.
Baca juga: Bejat, Begini Modus Pelaku Rudapaksa Kurir di Mamuju Tengah
Baca juga: 12 Kali Gempa Guncang Sulawesi dalam Semalam, BMKG Pastikan Magnitudo Kecil
Menurutnya, pada hari normal, penumpang mobil travel miliknya kerap tidak penuh, bahkan hanya terisi kurang dari separuh kapasitas kursi.
Namun, memasuki masa arus balik mudik lebaran, situasi tersebut berubah drastis.
Dandi menyebutkan, mobil travelnya kini terisi penuh oleh pemudik yang hendak kembali ke daerah asal setelah lebaran.
"Alhamdulillah, setelah Lebaran mobil saya penuh penumpang. Mereka rata-rata kembali ke Topoyo setelah merayakan Lebaran di kampung halamannya di Wajo, Sulawesi Selatan," ujar Dandi saat ditemui Tribun-Sulbar.com di warung perwakilan travel di Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kamis (26/3/2026) pagi
Untuk rute Topoyo, Mamuju Tengah–Wajo, Dandi mematok tarif berkisar antara Rp250 ribu hingga Rp300 ribu per orang.
Mobil yang dikemudikannya memiliki kapasitas standar untuk delapan penumpang, namun pada musim mudik seperti ini, kapasitas dapat ditambah hingga maksimal 10 orang.
Meskipun mendapat berkah lonjakan permintaan, Dandi mengakui bahwa tantangan utama saat arus balik adalah banyaknya barang bawaan penumpang.
Setelah bermalam di kampung halaman, sebagian besar penumpang cenderung membawa lebih banyak barang.
Meski demikian, Dandi memastikan tidak ada penyesuaian tarif selama masa arus balik lebaran tahun ini.
"Tarifnya tetap sama seperti di hari biasa, tidak ada kenaikan," tutupnya.
(*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah