Rumah Warga di Bambalamotu Terancam Roboh, Tiang Menggantung di Atas Tebing Longsor
Nurhadi Hasbi March 26, 2026 11:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Sebuah rumah warga di Dusun Duria Biro, Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, kian terancam roboh akibat kondisi tanah yang terus mengalami longsor.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, Kamis (26/5/2026), kondisi di lokasi memperlihatkan bagian bawah rumah yang sudah sangat memprihatinkan.

Tiang-tiang penyangga rumah tampak berdiri di bibir tebing yang tergerus, bahkan sebagian terlihat menggantung tanpa tanah penopang yang memadai.

Baca juga: Arus Balik Lebaran, 94 Penumpang Berangkat di Silopo Polman Menuju Kalimantan

Baca juga: Bejat, Begini Modus Pelaku Rudapaksa Kurir di Mamuju Tengah

Permukaan tanah di sekitar rumah juga terlihat retak dan tidak lagi stabil.

Bagian tepi lantai rumah tampak menggantung di atas jurang kecil yang terus terkikis.

Di bawahnya, terlihat aliran air dan tumpukan tanah yang longsor, memperparah kondisi tebing yang semakin curam.

Untuk mencegah rumahnya roboh, pemilik terpaksa menambah sejumlah tiang penyangga tambahan secara darurat.

Tiang-tiang tersebut dipasang dengan material sederhana, menopang bagian rumah yang sudah tidak lagi memiliki fondasi kuat.

Kondisi Longsor Kian Memburuk

Di sisi lain, area sekitar rumah dipenuhi material longsoran serta vegetasi liar yang tumbuh di lereng tebing.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan tanah masih terus terjadi dan berpotensi menimbulkan longsor susulan, terutama saat hujan turun.

Zulkifli, pemilik rumah, mengungkapkan bahwa kerusakan tersebut mulai terjadi sejak hujan deras beberapa hari lalu.

Namun, ia menyebut kondisi longsor sebenarnya sudah berlangsung sekitar satu tahun terakhir dan terus memburuk seiring waktu.

“Awalnya kecil, tapi makin lama makin parah. Apalagi kalau hujan deras, tanah di bawah itu terus terkikis,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Ia juga mengaku sudah lama tidak menempati rumah tersebut karena khawatir akan keselamatan dirinya dan keluarga. Saat ini, ia memilih tinggal sementara di rumah kerabat.

Menurut Zulkifli, upaya untuk mendapatkan bantuan perbaikan sebenarnya sudah dilakukan.

Bahkan, persoalan ini sempat diajukan oleh anggota DPRD Pasangkayu ke Balai Sungai Palu. Namun hingga kini, belum ada realisasi penanganan di lapangan.

Jika tidak ada penanganan dalam waktu dekat, Zulkifli berencana membongkar rumah tersebut demi menghindari risiko yang lebih besar.

“Kalau tidak ada perbaikan tebing, mungkin terpaksa dibongkar. Daripada nanti roboh dan membahayakan,” katanya.

Ia berharap pemerintah segera turun tangan melakukan penanganan, khususnya perbaikan tebing dan penguatan struktur tanah di lokasi tersebut.

“Saya sangat berharap ada perhatian dari pemerintah. Setidaknya ada perbaikan tebing supaya rumah bisa aman kembali,” harapnya.

Untuk sementara waktu, Zulkifli mengaku masih bertahan tinggal bersama keluarga sambil menunggu kepastian bantuan.

Namun, jika kondisi terus dibiarkan tanpa penanganan, ia berencana mencari lokasi lain yang lebih aman untuk membangun rumah baru.(*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.