BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pertumbuhan dunia usaha di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Tercatat ratusan perusahaan kini telah beroperasi dan terdaftar di pemerintah daerah setempat, memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja.
Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bangka Selatan, Nazarudin mengatakan, terdapat sebanyak 206 perusahaan telah beroperasi dan terdaftar. Jumlah ini meningkat dibandingkan akhir Desember 2024 yang masih sebanyak 164 perusahaan. Kenaikan jumlah perusahaan tersebut menjadi indikator meningkatnya minat investasi di Kabupaten Bangka Selatan.
“Kalau saat ini yang terdaftar di Disnakertrans kurang lebih ada 206 perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bangka Selatan yang datanya sudah masuk,” kata Nazarudin kepada Bangkapos.com, Kamis (26/3/2026).
Nazarudin menjelaskan, dampak dari meningkatnya investasi turut terlihat dari menurunnya tingkat pengangguran terbuka di daerah tersebut. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang beroperasi, peluang kerja bagi masyarakat lokal menjadi lebih luas. Hal ini memberikan harapan baru bagi warga yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pekerjaan. Tidak hanya itu, kehadiran perusahaan juga mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi turunan.
Masyarakat mulai terlibat dalam berbagai sektor pendukung seperti perdagangan, jasa, hingga usaha kecil. Kondisi ini memperkuat perputaran ekonomi di tingkat lokal. Perubahan juga dirasakan dalam pola konsumsi masyarakat. Dengan hadirnya ritel modern di Kabupaten Bangka Selatan, warga kini tidak perlu lagi keluar daerah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini menjadi indikator meningkatnya kemandirian ekonomi daerah.
Meski demikian, penempatan tenaga kerja sepenuhnya menjadi kewenangan masing-masing perusahaan. Disnakertrans hanya berperan dalam melakukan pendataan terhadap jumlah tenaga kerja yang terserap. Data tersebut digunakan sebagai acuan untuk melihat perkembangan ketenagakerjaan di daerah.
“Untuk penempatan tenaga kerja di perusahaan menjadi kewenangan masing-masing, sementara kami melakukan pendataan jumlah pekerja,” jelas Nazarudin.
Di samping itu lanjut dia, kenaikan jumlah perusahaan tersebut menjadi indikator meningkatnya minat investasi di Bangka Selatan. Berbagai sektor usaha mulai dari perkebunan, usaha mikro kecil menengah (UMKM), hingga ritel modern berkembang secara signifikan. Kondisi ini turut menciptakan pusat-pusat ekonomi baru yang tersebar di sejumlah wilayah.
Data tahun 2025 mencatat sebanyak 3.796 pekerja telah terdata. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencapai 2.897 orang. Peningkatan tersebut menunjukkan adanya tambahan signifikan dalam serapan tenaga kerja dalam kurun waktu satu tahun. Secara keseluruhan, terdapat kenaikan sekitar 899 pekerja atau setara dengan kurang lebih 31 persen. Angka ini menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas ekonomi di Bangka Selatan semakin berkembang.
Ekspansi perusahaan di berbagai sektor menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan tersebut. Sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit, masih menjadi penyumbang terbesar dalam penyerapan tenaga kerja. Selain itu, pertumbuhan sektor ritel modern dan UMKM juga memberikan kontribusi dalam membuka peluang kerja baru.
Perkembangan ini tidak hanya berdampak pada meningkatnya jumlah pekerja, tetapi juga mengubah wajah ekonomi daerah. Aktivitas ekonomi yang sebelumnya terbatas kini mulai berkembang lebih luas di dalam wilayah. Masyarakat pun memiliki lebih banyak pilihan untuk bekerja tanpa harus merantau ke luar kota.
Menurut Nazarudin, masuknya investor ke Bangka Selatan dipengaruhi oleh sejumlah faktor pendukung. Salah satunya adalah kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang dinilai kondusif. Selain itu, potensi ekonomi daerah juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelaku usaha.
“Investor melihat prospek Bangka Selatan cukup baik, ditambah kondisi kamtibmas yang kondusif,” katanya.
Ke depan kata Nazarudin, pemerintah daerah berharap tren positif ini dapat terus berlanjut. Masuknya investasi baru diharapkan mampu membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi yang inklusif dapat terus terjaga di Kabupaten Bangka Selatan. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)