Ratusan Ton Beras Bulog Cair Pascalebaran Bantu Warga Maos Cilacap
Daniel Ari Purnomo March 26, 2026 04:27 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Raut kebahagiaan tak dapat disembunyikan oleh sejumlah warga di wilayah Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, pada hari Kamis (26/3/2026).

Mereka tampak antusias mendatangi lokasi penyaluran bantuan pangan yang diselenggarakan oleh pemerintah guna menerima jatah beras serta minyak goreng.

Pada momen pascalebaran di mana harga kebutuhan pokok di pasaran masih terasa mencekik, kucuran bantuan melalui Perum Bulog ini benar-benar dirasakan bak ketiban durian runtuh oleh keluarga penerima manfaat (KPM).

Baca juga: Bulog Banyumas Gandeng TNI untuk Maksimalkan Serapan Gabah Petani

Ringankan Beban Warga

Riyani, salah seorang warga asal Desa Klapagada, Kecamatan Maos, mengungkapkan rasa syukurnya.

Ia mengaku bahwa pasokan bahan pokok gratis ini amat menolong stabilitas dapur rumah tangganya di tengah kondisi himpitan ekonomi.

"Bantuan ini sangat bermanfaat dan membantu perekonomian kami. Kami berterima kasih kepada pemerintah dan Bulog yang telah menyalurkan bantuan pangan," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, dalam rilis.

Pengakuan senada juga meluncur dari lisan Harti, warga penerima manfaat lainnya.

Ia mengapresiasi mutu beras yang dibagikan karena kondisinya sangat layak konsumsi untuk kebutuhan makan keluarga sehari-hari.

"Alhamdulillah, beras yang saya terima sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter saya terima dengan baik," katanya.

Rincian Penyaluran Maos

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas, Prawoko Setyo Aji, merinci bahwa pendistribusian logistik pangan di wilayah Kecamatan Maos kali ini dialokasikan khusus bagi 5.719 Penerima Bantuan Pangan (PBP).

"Total bantuan yang disalurkan berupa 114.380 kilogram beras dan 22.876 liter minyak goreng, dengan distribusi dari Gudang Bulog Klapagada," jelasnya.

Prawoko menerangkan bahwa kebijakan pembagian sembako ini merupakan kepanjangan tangan dari intervensi pemerintah pusat.

Tujuannya tak lain untuk mengendalikan inflasi harga di tingkat konsumen sekaligus menyokong ketahanan ekonomi masyarakat akar rumput di tengah bayang-bayang ketidakpastian geopolitik global pascalebaran.

Sebelum menyasar Maos, pihak Bulog sejatinya telah menggulirkan program tahap pertama untuk alokasi jatah Februari dan Maret sejak Jumat (13/3/2026) silam.

Fase awal tersebut mendistribusikan 384.960 kilogram beras dan 76.992 liter minyak goreng kepada 19.248 warga di tiga kecamatan.

Rinciannya meliputi Kecamatan Sampang (Cilacap) sebanyak 6.400 penerima, Kecamatan Somagede (Banyumas) sejumlah 7.059 penerima, dan Kecamatan Karangjambu (Purbalingga) sebanyak 5.789 orang.

Lonjakan Penerima Bantuan

Prawoko memberikan jaminan bahwa distribusi bantuan ini benar-benar tepat sasaran karena merujuk pada basis data resmi pemerintah.

Ia juga memastikan kapasitas gudang beras di kawasan Banyumas Raya saat ini dalam posisi sangat aman.

"Bantuan disalurkan secara bertahap sesuai jadwal, dan kami pastikan stok beras aman," ujarnya.

Satu hal yang cukup menyita perhatian adalah adanya lonjakan fantastis pada grafik jumlah warga yang terdaftar sebagai penerima bantuan di wilayah Banyumas Raya untuk tahun 2026 ini.

Angkanya menembus 918.544 orang, naik berlipat ganda dari rekapitulasi tahun sebelumnya yang hanya berkisar di angka 586.951 penerima.

Sebaran ratusan ribu penerima manfaat tersebut paling banyak bermukim di Kabupaten Cilacap (290.272 orang) dan Kabupaten Banyumas (286.920 orang).

Sisanya tersebar di wilayah Kabupaten Purbalingga (182.013 orang) serta Kabupaten Banjarnegara (159.339 orang).

Lewat konsistensi program ini, pemerintah menaruh asa besar agar kesejahteraan gizi masyarakat tetap terjaga dan gejolak harga beras di tingkat pengecer bisa ditekan. (jti)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.